Senin, 11 Okt 2021 11:00 WIB

Gelombang 3 Corona RI Diprediksi Tembus 30 Ribu Kasus, Varian Delta 'Berevolusi'

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Kasus COVID-19 di beberapa wilayah di Indonesia, khususnya DKI, mengalami penurunan. Namun bukan berarti virus Corona sudah hilang karena kita masih berperang melawan COVID-19. Corona di Indonesia. (Foto: PIUS ERLANGGA)
Jakarta -

Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19, Letjen TNI Ganip Warsito mewanti-wanti kemungkinan gelombang ketiga COVID-19 di akhir tahun. Terlebih saat libur natal dan tahun baru, mobilitas masyarakat dan warga kembali meningkat.

Senada dengan Ganip, pakar epidemiologi Universitas Griffith Australia Dicky Budiman meyakini besar kemungkinan gelombang ketiga COVID-19 terjadi di Desember atau awal tahun 2022. Disebutnya, masa krisis varian Delta belum selesai di tengah evolusi varian yang membuat tingkat penularan kian tinggi.

Namun, perkiraannya, jumlah kasus harian COVID-19 yang terinfeksi tidak akan setinggi gelombang sebelumnya. Hal ini dikarenakan banyak warga yang sudah mendapat kekebalan dari vaksinasi maupun infeksi alami.

Jika dalam proyeksi lembaga AS (IHME) saat ini 29 persen dari populasi yang sudah terinfeksi COVID-19, Dicky menyebut angkanya mencapai 30 persen di akhir Desember. Jika diakumulasi, lebih dari 78 juta warga Indonesia yang sudah positif COVID-19.

Tembus 30 ribu kasus

"Bisa sampai 30 ribu, tidak akan melebihi 50 ribu. 30 ribu ini kalau dilakukan tes, kalau tes-nya sekadarnya misalnya, paling yang ditemukan seribuan sampai 20 ribuan," sebut Dicky kepada detikcom Senin (11/10/2021).

Dicky meminta masyarakat dan pemerintah mewaspadai potensi meningkatnya angka kematian di wilayah dengan fasilitas kesehatan terbatas. Terlebih, cakupan vaksinasi masih dominan di Jawa Bali.]

Prediksi lonjakan kasus Corona di Indonesia.Prediksi lonjakan kasus Corona di Indonesia. Foto: Ahli epidemiologi Dicky Budiman

"Keterbatasan dari 3T, kekuatan testing tracing kita ini masih banyak dareah yang lemah dari sisi merespons eskalasi pandemi dan sekali lagi masa krisis varian Delta belum berakhir," sambung Dicky soal kemungkinan gelombang ketiga COVID-19.

"Ternyata Delta variant ini mengalami evolusi yang lebih memperkuat kemampuan dia menginfeksi," pungkas Dicky.



Simak Video "Eropa Diamuk Covid-19, WHO Perkirakan 2,2 Juta Nyawa Melayang"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)