Senin, 11 Okt 2021 12:33 WIB

Virus Yezo Muncul di Jepang Picu Gangguan Hati, Mungkinkah Ada di RI?

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Blood cells, molecule of DNA forming inside the test tube. 3D illustration, conceptual image of science and technology. Foto: Getty Images/iStockphoto/ktsimage
Jakarta -

Belum lama ini, virus baru di Jepang heboh menjadi sorotan. Pakar epidemiologi Universitas Griffith Australia Dicky Budiman menilai virus semacam ini sebetulnya besar kemungkinan sudah menyebar di Indonesia, tetapi tidak terdeteksi.

Virus baru yang mewabah di Jepang merupakan virus Yezo yang memicu pasien mengeluhkan gejala demam, penurunan trombosit dan sel darah putih, serta gangguan fungsi hati.

"Setidaknya tujuh orang telah terinfeksi virus baru ini di Jepang sejak 2014," kata Dr Keita Matsuno, ahli virologi di Institut Internasional untuk Pengendalian Zoonosis di Universitas Hokkaido, dikutip dari Sci News, Senin (11/10/2021).

Meski begitu, virus Yezo menurut Dicky tidak berpotensi menjadi pandemi. Alih-alih mengkhawatirkan virus baru yang menular melalui kutu, Dicky meminta Indonesia mewaspadai banyak virus zoonotik di RI yang berpotensi menjadi pandemi berikutnya.

Hal itu, menurut dia, tidak mustahil terjadi dalam beberapa tahun mendatang pasca pandemi COVID-19 usai. Setidaknya 10 tahun setelah pandemi Corona berakhir.

"Pesan pentingnya sebetulnya ancaman penyakit virus zoonotik itu semakin besar, bisa menimpa manusia. The next pandemi itu bisa tidak lama lagi, misalnya setelah 10 tahun pandemi COVID-19 selesai, karena perilaku manusia sendiri," sambung Dicky.

"Semakin alam liar ini diterabas batasannya, keseimbangan kesehatan alam lingkungan hewan dan manusia ini tidak dijaga, semakin besar adanya potensi penyakit yang lompat dari binatang ke manusia," pungkas dia.



Simak Video "Jepang Temukan Virus Yoza yang Berasal dari Gigitan Kutu"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)