Selasa, 12 Okt 2021 10:03 WIB

Masih Soal Heboh Rachel Vennya, Bagaimana Karantina Bisa Tangkal Varian Baru?

Vidya Pinandhita - detikHealth
Jakarta -

Selebgram Rachel Vennya jadi sorotan setelah dituding 'kabur' dari karantina Wisma Atlet Pademangan sepulang dari Amerika Serikat. Kabar beredar, Rachel hanya menjalani isolasi selama 3 hari dan langsung melakukan perjalanan lagi ke Bali.

Terlepas dari tudingan yang mengarah ke Rachel Vennya, ahli epidemiologi dari Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia (PAEI), Dr Masdalina Pane, menegaskan karantina bagi orang-orang yang baru melakukan perjalanan luar negeri adalah hal paling krusial dalam penanganan pandemi.

Sebab meski pelaku perjalanan sempat melakukan tes dengan hasil negatif sebelum melakukan perjalanan kembali ke RI, risiko penularan dan masuknya varian Corona baru tetap ada.

"Karantina pelaku perjalanan luar negeri adalah hal yang paling krusial dalam pengendalian wabah, untuk mencegah penyakit berpotensi wabah yang mulai terjadi di negara lain juga untuk mencegah varian baru masuk ke dalam negeri," terangnya pada detikcom, Selasa (12/10/2021).

Seharusnya bagaimana karantina dilakukan?

Pane menjelaskan, pada teorinya, karantina dilakukan 1 kali masa inkubasi terpanjang. Apa pun jenis wabahnya, jenis karantina bertingkat. Namun jika sudah memiliki kemampuan digital tracking, karantina boleh dikurangi separuhnya dengan syarat tes dilakukan pada masa inkubasi rata-rata.

"Untuk COVID-19, masa inkubasi rata-rata adalah 5 sampai 6 hari. Jadi 2 kali negatif itu hari ke-5 atau ke-6 dan dites kembali 24 jam setelahnya. Hari ke-7 atau ke-8," terang Pane.

"Jika 2 kali negatif maka discarded (keluar dari karantina)," pungkasnya.

(vyp/up)