Selasa, 12 Okt 2021 11:25 WIB

WHO Sarankan Lansia Penerima Vaksin Sinovac-Sinopharm Dapat Dosis Ketiga

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Sepekan terakhir ini dunia informasi media ramai diwarnai oleh berita banjir bandang yang terjadi di Sukabumi hingga pidato Presiden Jokowi di Sidang PBB. Vaksin Sinovac. (Foto: Getty Images/Kevin Frayer)
Jakarta -

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mulai melunak untuk pemberian vaksin dosis ketiga atau booster COVID-19. Kelompok pakar vaksin WHO merekomendasikan orang dengan masalah imunitas dan lansia mendapatkan booster.

Dikutip dari laman resmi United Nation, Strategic Advisory Group of Experts on Immunization (SAGE), mengatakan lansia berusia 60 tahun ke atas yang menerima vaksin Sinovac atau Sinopharm untuk mendapatkan dosis ketiga.

Suntikan dengan vaksin yang berbeda "juga dapat dipertimbangkan berdasarkan pasokan vaksin dan pertimbangan akses".

Selain itu, kelompok pakar WHO ini menggarisbawahi soal warga yang memiliki gangguan kekebalan sedang hingga berat.

"SAGE merekomendasikan bahwa orang dengan gangguan kekebalan sedang dan berat harus diberikan dosis tambahan dari semua vaksin yang diizinkan WHO sebagai bagian dari perpanjangan vaksinasi utama," sebutnya.

Sekretaris panel ahli independen Joachim Hombach mengatakan data pengamatan pada vaksin Sinovac dan Sinopharm menunjukkan bekerja 'kurang baik' pada kelompok usia yang lebih tua setelah menerima dua dosis.

"Kami juga tahu bahwa penambahan dosis ketiga atau pindah ke jadwal dua tambah satu memberikan respons (kekebalan) yang kuat. Jadi kami berharap dari sana perlindungan yang jauh lebih baik," katanya dikutip dari Reuters.

Panel tersebut juga mengatakan otoritas kesehatan yang menggunakan vaksin Sinovac dan Sinopharm harus bertujuan pertama untuk memaksimalkan cakupan dua dosis pada populasi yang lebih tua sebelum memberikan dosis ketiga.

Kate O'Brien, Kepala Vaksin WHO, mengatakan dosis tambahan atau booster harus dianggap sebagai bagian dari rangkaian utama imunisasi COVID-19 untuk orang dengan sistem kekebalan yang lebih lemah, yang akan diberikan setelah menunggu satu hingga tiga bulan.



Simak Video "Tangkisan China hingga WHO soal Sinovac yang Diragukan Efektivitasnya"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)