Kamis, 14 Okt 2021 13:30 WIB

Mahasiswa Di-smackdown, dr Tirta 'Meradang': Sangat Berbahaya!

Vidya Pinandhita - detikHealth
dr Tirta usai vaksinasi Corona di Sleman Influencer dr Tirta (Foto: Jau Hari Wawan S)
Jakarta -

Dokter sekaligus influencer, Tirta Mandira Hudhi alias dr Tirta, angkat bicara soal video demo mahasiswa berujung ricuh di Kantor Bupati Tangerang. Ditegaskan, adegan membanting dalam video viral tersebut sangat berbahaya.

"Tindakan membanting gini, jangan ditiru. Karena pada tulang belakang, ada sistem saraf pusat," tulis dr Tirta lewat akun Twitter miliknya @tirta_cipeng, dikutip detikcom atas izin yang bersangkutan, Kamis (14/10/2021).

Mengingat dalam video viral tersebut, tampak seorang mahasiswa bernama Faris dibanting polisi dengan posisi punggung terbentur lantai. Terlihat, mahasiswa tersebut sempat kejang-kejang.

"Yang membanting sudah meminta maaf. Tapi for your information saja, tindakan ini sangat berbahaya," imbuh dr Tirta.

"Mungkin sekarang selamat, itu alhamdulillah. Tapi saya pernah melihat yang jatuh dan cidera pada tulang belakang," sambungnya.

Ia menambahkan, keluhan pasca benturan tulang belakang memerlukan pengawasan 24 jam. Terlebih, jika benturan juga pada bagian kepala.

"Tindakan yang bersangkutan harus menjadi pelajaran, jangan terulang," tegas dr Tirta lebih lanjut pada detikcom.

Dalam video klarifikasi lainnya, Faris mengaku dirinya baik-baik saja. Katanya, pegal-pegal pasca insiden dibanting dalam unjuk rasa tersebut.

"Saya masih hidup, dalam keadaan biasa-biasa saja, walaupun agak sedikit pegal-pegal," kata Faris.



Simak Video "Dokter Tirta Ungkap Alasan Masyarakat Masih Banyak yang Abai Prokes"
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/up)