Kamis, 14 Okt 2021 14:26 WIB

Rachel Vennya Buka Suara Usai Kabur dari Karantina, Sampaikan Maaf

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Jakarta -

Rachel Vennya akhirnya buka suara soal pelanggaran karantina yang dilakukan sepulang dari Amerika Serikat. Ia meminta maaf pada banyak publik, dan meminta hal ini menjadi pelajaran bagi banyak orang.

"Aku mau minta maaf sama kalian semua atas semua kesalahan aku," ungkap selebgram kelahiran 1995.

"Kadang aku nyakitin orang lain, merugikan orang lain, egois dan sombong," sambung dia di Instagram Story pada Kamis (14/10/2021).

Rachel Vennya melanggar karantina.Rachel Vennya melanggar karantina. Foto: Tangkapan layar Instagram Story Rachel Vennya

Rachel Vennya disebut terancam dibui satu tahun penjara. Tindakan pelanggaran karantina dilakukan dengan bantuan oknum TNI berinisial FS.

Kementerian Kesehatan meminta aparat menindak tegas perilaku tersebut. Ahli juga menjelaskan tindakan Rachel berisiko dalam hal penularan COVID-19.

"Aku meminta maaf yang sebesar-besarnya dan sekira semua hal buruk yang pernah aku lakukan di hidup aku menjadi pelajaran buat aku untuk selalu berpikir saat melangkah ke depan dengan baik," pungkas Rachel Vennya.

Mungkinkah Rachel menjadi duta karantina?

Satgas COVID-19 menegaskan investigasi terkait kasus tersebut tengah dalam investigasi. Tidak ada pembicaraan terkait duta karantina.

"Apa maksudnya duta karantina?," ungkap Wiku kepada detikcom Kamis (14/10/2021).

"Kasusnya sedang diinvestigasi dan ditindaklanjuti oleh Kogasgabpad/Kodam Jaya yg menjadi Satgas Bandara dan RS Wisma Pademangan," sambung dia.

Dihubungi terpisah, pakar dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) juga menyayangkan pelanggaran karantina bisa terjadi. Ia meminta kepada siapapun untuk tidak merasa memiliki privilese, sehingga bisa berprilaku seenaknya.

Saran sanksi dari Menkes

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyarankan Rachel Vennya untuk kembali dikarantina. Ia sangat sedih atas kasus pelanggaran karantina tersebut karena sangat berisiko bagi banyak orang.

"Harusnya dia segera masuk karantina lagi, dan dihukum supaya jangan melanggar lagi," kata Menkes, ditemui di Lebak, Banten, Kamis (14/10/2021).

"Karantina kesehatan itu kan bukan untuk kepentingan dia sebenarnya, tapi buat masyarakat. Kalau dia melanggar itu kan dia memberikan risiko ke publik," jelasnya

(naf/fds)