Jumat, 15 Okt 2021 05:48 WIB

Round Up

Aturan Karantina Internasional Jadi 5 Hari, Apa Alasannya? Ini Kata Kemenkes

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
JAKARTA, INDONESIA - APRIL 25: Airline and airport staff walk though the nearly empty Soekarno-Hatta International Airport on April 25, 2020 in Jakarta, Indonesia. As Muslims mark the start of Ramadan, Indonesia announced a temporary ban on nearly all travel into and out of the country including by air, boat, train and road to prevent the spread of COVID-19. (Photo by Ed Wray/Getty Images) Foto: Getty Images/Ed Wray
Jakarta -

Pemerintah mengeluarkan ketentuan baru terkait karantina bagi pelaku perjalanan luar negeri. Jika sebelumnya ditetapkan delapan hari, per 14 Oktober, karantina hanya menjadi lima hari untuk semua jenis perjalanan internasional.

Disebutkan bahwa penularan yang mulai turun menjadi salah satu alasan diberlakukannya aturan ini. Hanya saja ada aturan yang harus dipenuhi sebelum memulai karantina.

"Lima hari dengan sudah melakukan vaksinasi lengkap dan PCR. Datang dari negara asal sudah PCR, sampai di sini juga sudah PCR," kata Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan RI, dr Maxi Rein Rondonuwu, kepada detikcom saat ditemui di Desa Kanekes, Baduy, Kamis (14/10/2021).

"Kalau negatif, kita karantina di hotel dan dites lagi hari kelima. (Berlaku untuk) WNI dan WNA," sambungnya.

Satgas COVID-19 juga telah mengeluarkan SE No. 20/2021 tentang Protokol Kesehatan Perjalanan Internasional Pada Masa Pandemi Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) yang menggantikan aturan sebelumnya.

Berikut ringkasan poin perubahan atau tambahan yang diatur dalam SE pengganti SE 18/2021. Terdapat perubahan pengaturan karantina dari 8x24 jam menjadi 5x24 jam untuk seluruh jenis pelaku perjalanan.

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Persiapan yang Harus Dilakukan untuk Menuju Endemi Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]