Jumat, 15 Okt 2021 13:11 WIB

Nggak Nahan Ikut Antre Subway di Citos, Inikah FOMO? Ini Kata Psikolog

Vidya Pinandhita - detikHealth
Topik Hangat F.O.M.O Roti Isi
Jakarta -

Antrean restoran Subway bikin geger. Masyarakat berbondong-bondong mendatangi gerai di mal Cilandak Town Square (Citos). Dibuka pukul 12.00 WIB, restoran ini sudah dipadati antrean sejak pukul 10.00. Bahkan, ada juga yang menunggu mal buka sejak pukul 08.00. Inikah yang disebut-sebut fenomena Fear of Missing Out alias FOMO?

Psikolog klinis dan Co-Founder Ohana Space, Kantiana Taslim, menjelaskan ada banyak kemungkinan penyebab antrean Subway membludak. Alasan paling simpel, rasa penasaran.

Namun ada juga kerinduan orang-orang yang sudah akrab dengan makanan Subway. Mereka yang selama ini terbiasa mencicip Subway sembari berwisata di Singapura atau Malaysia, sekarang harus merindu gara-gara pembatasan perjalanan seiring pandemi COVID-19.

"Itu pun sebenarnya kalau orang memang pengen makan itu, berarti mereka butuh usaha lebih untuk dapat produknya. Kemarin juga di media sosial ramai dan kebetulan ada di Indonesia sekarang," terangnya pada detikcom, Jumat (15/10/2021).

"Pandemi nggak memungkinkan mereka keluar. Mereka rela antre untuk membeli. Untuk dapat satisfaction (kepuasan) dari apa yang mereka coba. Kedua, memang ada FOMO," sambungnya.

Apa itu FOMO?

Kantiana menjelaskan, FOMO adalah fenomena di mana masyarakat mengalami rasa takut ketinggalan sesuatu yang dimiliki orang lain. Misalnya khawatir bakal tidak paham soal apa yang sedang terjadi, takut dikucilkan, atau iri lantaran ketinggalan hal yang sedang dialami orang lain.

"Namanya 'Fear of Missing Out', bisa saja disertai rasa takut mereka nggak mengalami. Kok orang lain kelihatannya bisa having fun, bisa menjalani hidupnya dengan lebih happy? Kalau aku nggak mengalami, nggak bisa having fun dong?" kata Kantiana.

Kemungkinan penyebab selanjutnya yakni kurangnya kepercayaan diri atau self esteem. Khawatir jika tidak memiliki apa yang orang lain miliki, seseorang jadi mengikuti apa yang orang lain lakukan.

"Kalau self esteem-nya nggak ada, pastinya jadi ikut-ikutan orang lain karena dia sendiri nggak tahu dia sukanya apa, maunya apa. Takut kalau nggak kayak begitu (mengikuti yang orang lain lakukan), nggak sesuai sama yang orang lain lakukan, harapkan," pungkas Kantiana.

(vyp/up)
Topik Hangat F.O.M.O Roti Isi