Senin, 18 Okt 2021 11:55 WIB

4 Cara Cegah Penularan COVID-19 di Sekolah Selama PTM Terbatas

Jihaan Khoirunnissa - detikHealth
Sejumlah pelajar di Kota Solo menjalani swab PCR secara acak. Kegiatan swab PCR itu diketahui akan digelar di sejumlah sekolah hingga 21 Oktober 2021 mendatang. Foto: Agung Mardika/Detikcom
Jakarta -

Sejumlah sekolah mulai memberlakukan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas. Kegiatan belajar di sekolah ini dijalankan dengan penerapan protokol kesehatan secara ketat.

Meski kasus COVID-19 di Indonesia terus mengalami penurunan, namun semua pihak tetap diminta waspada guna mencegah adanya lonjakan kasus akibat PTM di sekolah. Untuk itu, sekolah perlu mengambil upaya untuk menjaga siswa sekaligus tenaga pengajar tetap aman dari COVID-19.

Melansir laman resmi covid19.go.id, Ilmuwan World Health Organization (WHO) yang juga seorang ahli epidemiologi penyakit menular, Dr Maria Van Kerkhove merinci hal-hal yang harus diperhatikan terkait dimulainya kembali kegiatan PTM, di antaranya:

1. Memastikan upaya-upaya untuk mengurangi penularan sebanyak mungkin di komunitas yang berada di sekitar lingkungan sekolah. Termasuk juga komunitas di mana individu yang bekerja di sekolah tersebut tinggal.

2. Memastikan sekolah memiliki sistem mumpuni untuk memantau kesehatan baik kesehatan siswa maupun pengajar. Maria mengatakan ini adalah cara tepat dapat mendeteksi dini kasus sekaligus memastikan anak-anak yang tidak sehat tetap berada di rumah.

3. Memastikan terjalin komunikasi yang baik dengan siswa dan orang tua. Sehingga mereka tahu apa yang harus dilakukan jika seorang siswa sedang tidak sehat atau jika seorang guru tidak sehat.

"Jika siswa merasa tidak sehat, kami menyarankan agar mereka tinggal di rumah dan dirawat oleh orang tua atau wali di rumah. Jika ada kasus di sekolah, mereka harus dapat dideteksi sehingga mereka dapat menerima perawatan yang tepat," kata Maria.

Lebih lanjut, dia mengungkapkan mereka yang melakukan tes dapat menerima perawatan yang tepat sesuai kebutuhan berdasarkan gejala yang dimiliki sehingga selanjutnya bisa dilakukan pelacakan kontak.

"Jadi sama seperti yang kita lakukan di masyarakat umum, jika ada kasus yang teridentifikasi, yang ingin kita lakukan adalah memastikan bahwa kita mencegah peluang dari virus itu, dari penularan dari satu orang ke orang lain," terangnya.

4. Memastikan ada ketentuan yang baik di sekolah untuk meminimalkan pengurangan, dan meminimalkan peluang penyebaran virus COVID-19.

"Ini tentang desinfeksi, meningkatkan ventilasi, menjaga jarak, memakai masker. Dan jika ada vaksin yang tersedia di daerah tersebut, pastikan bahwa vaksinasi dilakukan di komunitas tersebut di antara kelompok prioritas yang tinggal di sana," paparnya.

Karena itu, dia mendorong siswa untuk memiliki kesinambungan dalam hal pendidikan, keselamatan dan kesejahteraan mereka.

"Semua itu membutuhkan perencanaan yang matang oleh pihak sekolah. Untuk itu diperlukan komunikasi yang baik dengan siswa itu sendiri," tuturnya.

Untuk menjaga diri sendiri, lanjut Maria, setiap siswa harus selalu diingatkan untuk selalu menjaga jarak, memakai masker yang tepat dan menjaga kebersihan dengan rutin cuci tangan serta menjauhi tempat keramaian.

"Semua faktor ini penting di rumah Anda, di komunitas Anda, dan juga di sekolah. Ini dimulai tentang menjaga diri Anda tetap aman. Ingatlah bahwa siapapun dapat terinfeksi virus SARS-CoV-2, termasuk anak-anak, dan mereka dapat menularkan virus tersebut ke orang lain," tandasnya.



Simak Video "Strategi Menkes dan Mendikbud Jaga Keberlangsungan PTM Tetap Aman"
[Gambas:Video 20detik]
(ega/ega)