Rabu, 20 Okt 2021 12:31 WIB

AS Sebut Singapura di Daftar Negara Berisiko Tinggi COVID-19, RI Masuk Nggak?

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Singapura kembali memperketat pembatasan imbas lonjakan jumlah kasus COVID-19 beberapa hari terakhir. Padahal hampir 3 minggu Singapura membuka roadmap hidup berdampingan dengan COVID-19. Corona di Singapura. (Foto: Getty Images/Ore Huiying)
Jakarta -

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) mengungkap daftar negara yang berisiko COVID-19. Warga AS diimbau untuk tidak mengunjungi negara berisiko tinggi Corona.

Terbagi dalam 4 level, negara yang memiliki penularan paling tinggi COVID-19 berada di level 4. Berdasarkan catatan CDC per 18 Oktober 2021, Corona di Singapura naik dari level 3 ke level 4, kategori negara paling tinggi risiko COVID-19.

Keputusan ini muncul usai Singapura belakangan melonggarkan pembatasan dan menambah daftar negara yang sudah diperbolehkan masuk ke negara mereka termasuk Inggris dan Amerika Serikat, asal sudah menjalani vaksinasi.

Bahkan, orang yang sudah divaksinasi penuh dari sejumlah negara, dapat mengajukan permohonan masuk Singapura dengan bebas karantina.

Tak cuma Singapura, negara berisiko sangat tinggi COVID-19 juga termasuk Malaysia. Level 4 didefinisikan dengan negara yang memiliki lebih dari 500 kasus per 100 ribu penduduk dalam 28 hari terakhir.

"Orang harus menghindari bepergian ke lokasi yang ditunjuk dengan pemberitahuan Level 4," demikian rekomendasi CDC.

Daftar penambahan daftar negara berisiko level 4 saat ini meliputi:

  • Austria
  • Belize
  • Botswana
  • Kroasia
  • Yunani
  • Irlandia
  • Malaysia
  • Swiss
  • Turki
  • Britania Raya

Dalam kasus Inggris, itu telah diajukan di Level 4 sejak 19 Juli, dan Yunani telah ada di sana sejak 2 Agustus.

Bagaimana Indonesia?

Indonesia berada di level 3, di bawah Singapura dan Malaysia. Meski begitu, kategori ini masih dinilai tinggi risiko COVID-19. CDC menjelaskan negara dalam level 3 memiliki antara 100 dan 500 kasus per 100.000 penduduk dalam 28 hari terakhir.

Ada enam negara baru yang ditetapkan masuk kategori risiko tinggi, tiga wilayah di antaranya naik dari level 2, yaitu:

  • Angola
  • Djibouti
  • Hungaria

Beberapa pilihan perjalanan bagi negara di level 2 adalah Mesir hingga Peru. Negara dengan level 2 memiliki 50 hingga 99 kasus Corona dari 100 ribu penduduk dalam 28 hari terakhir.

Namun, CDC mengingatkan agar terus memantau perkembangan daftar negara berisiko COVID-19 karena masih bisa berubah-ubah.

"Ingatlah bahwa daftar CDC diperbarui setiap minggu, dan tujuan pilihan berisiko rendah Anda mungkin naik setelah Anda mulai membuat rencana."

Negara mana yang di level 1?

Level 1 diartikan negara tersebut benar-benar memiliki risiko COVID-19 rendah, kurang dari 50 kasus baru per 100 ribu penduduk dalam 28 hari terakhir.

Selandia Baru termasuk dalam kategori ini, tetapi belum membuka pintu mereka untuk para wisatawan. Belakangan, Selandia Baru juga tengah mencatat peningkatan kasus meskipun angkanya masih jauh lebih rendah ketimbang negara lainnya.



Simak Video "Temuan Seputar Varian Omicron yang Perlu Jadi Perhatian"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)