Rabu, 20 Okt 2021 21:23 WIB

Warga AS Diimbau Tak Mampir Negara Tinggi Risiko COVID-19, RI Termasuk?

Vidya Pinandhita - detikHealth
Kasus COVID-19 di beberapa wilayah di Indonesia, khususnya DKI, mengalami penurunan. Namun bukan berarti virus Corona sudah hilang karena kita masih berperang melawan COVID-19. Ilustrasi. Foto: PIUS ERLANGGA
Jakarta -

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) mengimbau warga AS untuk tidak mengunjungi sederet negara yang berisiko tinggi menularkan COVID-19. Apakah Indonesia termasuk?

Negara dengan risiko penularan tertinggi ada pada level 4 sebagai level tertinggi. Level 4 didefinisikan sebagai negara yang memiliki lebih dari 500 kasus per 100.000 penduduk dalam 28 hari terakhir.

"Orang harus menghindari bepergian ke lokasi yang ditunjuk dengan pemberitahuan Level 4," tertulis dalam rekomendasi CDC.

Salah satu contohnya, mengacu pada catatan CDC per 18 Oktober 2021, Singapura naik level dari 3 ke 4 dalam kategori negara paling tinggi risiko penularan virus Corona.

Keputusan tersebut dikeluarkan pasca Singapura melonggarkan pembatasan dan menambah daftar negara yang diberbolehkan masuk negara tersebut.

Di antaranya, pendatang dari Inggris dan Amerika Serikat, dengan syarat sudah divaksinasi COVID-19. Bahkan, orang yang sudah menerima dosis penuh vaksin COVID-19 dari sejumlah negara lainnya diperbolehkan mengajukan permohonan masuk Singapura tanpa syarat karantina.

Daftar negara berisiko level 4 saat ini meliputi:

  • Austria
  • Belize
  • Botswana
  • Kroasia
  • Yunani
  • Irlandia
  • Malaysia
  • Swiss
  • Turki
  • Britania Raya

Indonesia level berapa?

Indonesia tercatat ada pada level 3, di bawah Singapura dan Malaysia. Namun, Indonesia masih dinilai tinggi risiko COVID-19. CDC menyebut negara dengan level 3 memiliki 100 hingga 500 kasus per 100.000 penduduk dalam 28 hari terakhir.

Lainnya, 6 negara baru yang ditetapkan masuk kategori risiko tinggi, dengan 3 di antaranya naik dari level 2 yakni:

  • Angola
  • Djibouti
  • Hungaria

CDC mengingatkan agar perkembangan daftar negara berisiko COVID-19 terus dipantau lantaran masih bisa berubah-ubah.

"Ingatlah bahwa daftar CDC diperbarui setiap minggu, dan tujuan pilihan berisiko rendah Anda mungkin naik setelah Anda mulai membuat rencana," terangnya.

Sedangkan pada negara dengan level 1, risiko COVID-19 diketahui amat rendah dengan angka kurang dari 50 kasus baru per 100.000 penduduk dalam 28 hari terakhir.

Misalnya, Selandia Baru. Namun diketahui, negara ini belum mengizinkan masuknya wisatawan. Mengingat belakangan, Selandia Baru juga mencatat peningkatan kasus meski angkanya jauh lebih rendah dibanding negara-negara lainnya.



Simak Video "Indonesia Kini Level 1 Penularan Covid-19 Menurut CDC AS"
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/naf)