Kamis, 21 Okt 2021 18:04 WIB

Varian Terbaru 'Delta Plus' AY.4.2 Juga Muncul di Rusia

Syifa Aulia - detikHealth
Medical workers carry a patient suspected of having coronavirus on a stretcher at a hospital in Kommunarka, outside Moscow, Russia, Saturday, Oct. 16, 2021. Russias daily death toll from COVID-19 has exceeded 1000 for the first time as the country faces a sustained wave of rising infections. (AP Photo/Alexander Zemlianichenko) Foto ilustrasi: AP/Alexander Zemlianichenko
Jakarta -

Rusia mencatat varian terbaru COVID-19 yang dinamakan AY.4.2. Peneliti senior di Institut Penelitian Ilmiah Pusat Epidemiologi Rusia, Kamil Khafizov, mengatakan munculnya varian baru itu kemungkinan akan memperburuk situasi negara tersebut.

"Varian Delta telah menyebabkan peningkatan kasus yang parah, dan AY.4.2 kemungkinan akan memicu lonjakan kasus COVID-19," kata Khafizov, dikutip dari TASS, Kamis (21/10/2021).

Varian Corona AY.4.2 pertama kali ditemukan di Inggris. Ilmuwan di Inggris mengatakan varian itu adalah salah satu dari 45 subspesies varian Delta. Direktur Institut Genetika di University College London Francois Balloux menyebut varian AY.4.2 menyebar 10 sampai 15 persen lebih cepat dari varian sebelumnya.

"Ya, beberapa kasus dari varian AY.4.2 COVID-19 sudah tercatat di Rusia. Ini salah satu dari banyak subtipe varian Delta," katanya.

Khafizov menyebut varian baru ini kemungkinan akan menggantikan varian Delta, mengingat AY.4.2 lebih cepat menular. Sementara itu, Khafizov mengungkapkan bahwa vaksin buatan Rusia efektif melawan varian AY.4.2.



Simak Video "Varian Corona Delta Bermutasi Lagi, Namanya 'Delta Plus'"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)