Jumat, 22 Okt 2021 14:37 WIB

Varian 'Delta Plus' AY.4.2 Belum Masuk RI, Begini Langkah Kemenkes

Vidya Pinandhita - detikHealth
Coronavirus. COVID-19. Copy space. 3D Render Ilustrasi. Foto: Getty Images/BlackJack3D
Jakarta -

Varian 'Delta Plus' atau AY.4.2 memicu kekhawatiran lantaran disebut-sebut membayangi rekor kematian COVID-19 di Inggris baru-baru ini. Lantas, apakah varian ini lebih ganas dari varian Delta yang sebelumnya diketahui jadi biang kerok lonjakan kasus COVID-19 RI?

Peneliti mikrobiologi dari Pusat Riset Biologi, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Sugiyono Saputra menjelaskan hingga hari ini, varian Delta Plus belum ditemukan di Indonesia.

"Kalau dilihat di GISAID hingga hari ini, varian AY.4.2 belum ditemukan di Indonesia. Saat ini varian Delta yang mendominasi masih dari lineage AY.23, merupakan varian yang juga dominan di Singapura," terangnya pada detikcom, Jumat (22/10/2021).

Lebih lanjut ia menjelaskan di Inggris, varian AY.4.2 memiliki proporsi sekitar 8 persen, tidak lebih tinggi dibandingkan AY.4 sebanyak 73 persen dan B.167.2 sebanyak 10 persen. Mengingat jumlah kasusnya meningkat, Sugiyono menyebut AY.4.2 perlu dimonitor lebih lanjut untuk melihat tingkat penularannya dibanding turunan varian Delta lainnya.

"Varian AY.4.2 sebetulnya sudah ada sejak bulan Juli. Namun karena kasusnya meningkat, varian ini harus dimonitor dan diteliti karakternya apakah varian ini lebih menular atau tidak dibandingkan dengan turunan varian Delta yang lainnya," jelasnya.

"Yang jelas hingga saat ini, varian AY.4.2 dan juga varian lain yang memiliki kode AY dikategorikan ke dalam Variant of Concern (VOC) oleh WHO, bersama dengan moyangnya yaitu B.1.617.2 dan diberi label Delta," sambung Sugiyono.

Apa langkah RI?

Sejalan dengan paparan Sugiyono, juru bicara vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan, dr Siti Nadia Tarmizi, menyebut varian Delta plus belum ditemukan di Indonesia hingga kini.

"Kalau pembukaan pintu masuk dengan syarat-syarat sebelum keberangkatan dan saat kedatangan termasuk karantina dan tes PCR," ujarnya pada detikcom terkait langkah pencegahan masuknya varian Delta plus ke RI, Jumat (22/10/2021).



Simak Video "Satgas Ingatkan Agar Tak Terlena Pada Kasus Covid-19 yang Terkendali"
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/naf)