Rabu, 27 Okt 2021 12:00 WIB

China Ambyar Lagi Gegara COVID-19, Ternyata Ini Biang Keroknya!

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Otoritas di China membatalkan ratusan penerbangan, menutup sekolah dan meningkatkan pengujian massal, untuk mengendalikan wabah baru COVID-19 yang berkaitan dengan sekelompok wisatawan. China ambyar lagi gegara COVID-19. (Foto: Getty Images/Kevin Frayer)
Jakarta -

Setelah sempat mereda, kasus COVID-19 di China kembali melonjak. Bahkan belum lama ini negara tersebut menemukan hampir 200 kasus hanya dalam waktu seminggu terakhir.

Lonjakan kasus ini berawal dari pasangan lansia yang dinyatakan positif COVID-19 pada 17 Oktober 2021 lalu. Keduanya ikut dalam kelompok wisata di negara tersebut.

Melihat kondisi saat ini, seorang pejabat kesehatan di China mengatakan kemungkinan COVID-19 ini akan menyebar lebih jauh. Salah satu faktornya mungkin dipengaruhi faktor musiman.

"Ada peningkatan risiko bahwa wabah mungkin menyebar lebih jauh karena faktor musiman," kata juru bicara Komisi Kesehatan Nasional China, Mi Feng, dikutip dari Channel News Asia, Rabu (27/10/2021).

"Urutannya menunjukkan ini (varian Delta) berbeda dari sumber sebelumnya dan kasus baru berasal dari sumber baru di luar negeri," tambah wakil direktur komisi tersebut, Wu Liangyou.

Akibat lonjakan kasus tersebut, pihak berwenang China melarang agen perjalanan mengatur tur lintas provinsi yang melibatkan daerah yang dianggap berisiko tinggi COVID-19. Mereka juga melakukan penangguhan nasional pada beberapa layanan perjalanan yang menghubungkan beberapa tempat wisata.

Di tengah amukan COVID-19 ini, pemerintah China terus melakukan vaksinasi dan memberikan vaksin booster untuk kelompok tertentu dengan jarak 6 bulan usai dosis kedua. Namun, suntikan booster ini jumlahnya sangat terbatas.

"Bahkan jika nanti perlu diperkuat, jumlah boosternya terbatas. Kami berharap di masa depan akan ada vaksin yang lebih baik dan prosedur vaksinasi yang lebih baik untuk mencapai perlindungan yang solid di antara masyarakat," jelas kepala ahli program imunisasi di Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) China, Wang Huaqing.

Tonton juga tayangan e-Life yang mengupas kenapa pria tega memaksa pasangannya aborsi di bawah ini:

[Gambas:Video 20detik]





Simak Video "China Terus Lanjutkan 'Strategi Nol Kasus' Lawan Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/kna)