Rabu, 27 Okt 2021 14:05 WIB

Urine Oddie Agam Sempat Berdarah Sebelum Meninggal, Ini Kemungkinan Penyebabnya

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Oddie Agam Foto: hanif hawari
Jakarta -

Musisi senior Oddie Agam dikabarkan meninggal dunia pada Rabu (27/10/2021). Sahabatnya, Deddy Dhukun, mengatakan Oddie Agam meninggal lantaran sakit pada ginjalnya dan mengalami sesak napas.

"Sakit ginjal dan sesak napas," ujar Deddy Dhukun saat dihubungi detikcom, Rabu (27/10/2021).

Deddy juga menjelaskan kondisi Oddie Agam sebelum meninggal dunia. Oddie dikabarkan sempat mengalami muntah-muntah, batuk, sesak napas, dan urine berdarah.

"Sakitnya, pertama muntah-muntah, terus batuk dan sesak napas," tutur Deddy Dhukun.

"Pipisnya kemudian berdarah, lalu dibius total terus, dan akhirnya meninggal dunia hari ini," sambungnya.

Urine berdarah bisa menjadi tanda yang mengkhawatirkan. Beberapa kasus darah dalam urine (hematuria) bisa mengindikasikan adanya gangguan kesehatan yang serius.

Adapun beberapa kondisi yang bisa menyebabkan urine berdarah ini. Namun, pada hematuria, kemungkinan disebabkan karena adanya kebocoran ginjal yang memungkinkan sel darah bocor ke dalam urine.

Tak hanya itu, berikut beberapa penyebab urine berdarah yang dikutip dari Mayo Clinic:

Infeksi saluran kemih

Kondisi ini terjadi saat bakteri memasuki tubuh melalui uretra dan berkembang biak di kandung kemih. Gejalanya bisa termasuk keinginan buang air kecil terus-menerus, nyeri, dan rasa terbakar saat buang air kecil, serta urine berbau sangat kuat.

Infeksi ginjal (pielonefritis)

Ini bisa terjadi saat bakteri masuk ke ginjal dari aliran darah atau berpindah dari ureter ke ginjal. Gejalanya mirip dengan infeksi kandung kemih, tetapi infeksi ginjal lebih cenderung menyebabkan demam dan nyeri pinggang.

Batu ginjal

Biasanya batu-batu pada ginjal tidak akan menimbulkan rasa sakit. Tetapi, jika batu tersebut menyebabkan penyumbatan, akan muncul rasa sakit yang luar biasa. Batu ginjal ini juga bibsa menyebabkan perdarahan besar dan mikroskopis.

Pembesaran kelenjar prostat

Gejala dari pembesaran prostat (benign prostatic hyperplasia, atau BPH) meliputi kesulitan buang air kecil, kebutuhan mendesak atau terus-menerus untuk buang air kecil, dan darah yang terlihat atau mikroskopis dalam urin. Infeksi prostat (prostatitis) dapat menyebabkan tanda dan gejala yang sama.

Penyakit ginjal

Pendarahan pada urine bisa menjadi gejala umum dari glomerulonefritis atau peradangan pada sistem penyaringan ginjal. Glomerulonefritis bisa menjadi bagian dari penyakit sistemik, seperti diabetes, infeksi virus atau radang, penyakit pembuluh darah (vaskulitis), masalah imunitas, atau bisa terjadi dengan sendirinya.

Kanker

Urine berdarah juga bisa menjadi salah satu tanda dari kanker ginjal, kandung kemih, atau prostat stadium lanjut. Namun, kondisi ini mungkin tidak memiliki tanda-tanda awal, sehingga perlu ditangani sejak awal.

Cedera ginjal

Cedera pada ginjal akibat kecelakaan atau olahraga juga bisa menyebabkan urine berdarah. Tak hanya itu, latihan yang terlalu berat juga bisa berkaitan dengan urine berdarah yang dialami.



Simak Video "Transplantasi Ginjal Babi ke Manusia Pertanda Donor Ginjal Langka?"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/naf)