Rabu, 27 Okt 2021 21:58 WIB

Vaksinasi Remaja Dikebut untuk PTM, Orang Tua-Sekolah Diminta Aktif

Angga Laraspati - detikHealth
Vaksinasi COVID-19 untuk anak di Ciamis. Foto: Dadang Hermansyah
Jakarta -

Pemerintah mendorong satuan pendidikan di wilayah yang menerapkan PPKM level 1-3 untuk melaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas. Untuk itu, pemerintah meminta pihak sekolah dan orang tua mengawasi protokol kesehatan, serta memastikan anak untuk segera melakukan vaksinasi.

"Vaksinasi remaja atau kelompok usia 12 - 17 tahun harus kita percepat karena sangat penting untuk memberikan perlindungan dan rasa aman dalam pelaksanaan PTM terbatas. Diharapkan para orang tua dan sekolah bisa berpartisipasi aktif untuk mendorong vaksinasi bagi anak mereka yang sudah berusia di atas 12 tahun," kata Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate dalam keterangan tertulis, Rabu (27/10/2021).

Johnny mengatakan percepatan vaksinasi remaja perlu dukungan besar dari orang tua. Oleh sebab itu, para orang tua segera diharapkan dapat mengantar dan membantu anak-anaknya mendatangi sentra vaksinasi atau fasilitas layanan kesehatan untuk melakukan vaksinasi.

Menurutnya, vaksinasi terbukti dapat mengurangi risiko sakit berat jika terinfeksi vĂ­rus COVID-19. Ia menegaskan, vaksin yang beredar di Indonesia juga aman dan selalu dalam pengawasan pemerintah dan dinilai sangat penting untuk melindungi para remaja terutama saat melakukan PTM terbatas.

"Oleh karena itu, untuk semua adik-adik kita yang sudah memenuhi syarat, tidak perlu ragu lagi untuk mendapatkan vaksin. Dengan perlindungan dari vaksin, para remaja bisa meminimalisasi risiko penularan COVID-19 baik di sekolah, di perjalanan, maupun di rumah masing-masing," tutur Johnny.

Hingga 27 Oktober 2021, baru sekitar 14,5% dari sasaran vaksinasi kelompok remaja yang sudah mendapatkan vaksinasi dosis pertama, sedangkan vaksinasi dosis lengkap sudah mencapai 11,7% sasaran. Adapun, secara total sudah lebih dari 115 juta warga Indonesia yang mendapatkan dosis pertama dan 70 juta di antaranya telah mendapatkan dosis lengkap.

Vaksinasi memang bukan benteng perlindungan tunggal. Sejalan dengan itu, pemerintah juga terus mengajak masyarakat untuk mengingatkan dan membiasakan anak-anak selalu menerapkan protokol kesehatan dengan disiplin.

"Waspadalah, ancaman virus COVID-19 masih ada. Jangan sampai kita membuka celah terjadinya lonjakan kasus berikutnya," Johnny.

Sebagai informasi, pemerintah telah menyatakan PTM terbatas perlu dilaksanakan agar generasi penerus bangsa tidak kehilangan kualitas pendidikan yang baik. Pemerintah juga mendorong sekolah-sekolah di wilayah penerapan PPKM Level 1-3 untuk melaksanakan PTM terbatas.

Hal tersebut diungkapkan oleh Direktur Sekolah Dasar Kemendikbud Ristek Sri Wahyuningsih dalam Dialog Media Center FMB 9 - KPCPEN, Selasa (26/10) kemarin. Ia juga menekankan pentingnya penerapan protokol kesehatan bagi setiap insan pendidikan, sebagai salah satu kunci kelancaran PTM terbatas.



Simak Video "Hong Kong Setujui Vaksin Sinovac untuk Anak 3-17 Tahun"
[Gambas:Video 20detik]
(ega/ega)