Jumat, 29 Okt 2021 11:16 WIB

Satgas: Penularan COVID Tergantung Interaksi Agen, Inang & Lingkungan

Inkana Putri - detikHealth
Jubir Satgas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito Foto: Satgas Penanganan COVID-19
Jakarta -

Penularan penyakit pada dasarnya dapat disebabkan oleh berbagai hal dan kondisi. Namun, kebanyakan masyarakat beranggapan virus, bakteri, jamur, dan organisme infeksius lainnya menjadi penyebab utama penularan penyakit.

Terkait hal ini, Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Prof. Wiku Adisasmito meminta agar masyarakat memahami konsep Segitiga Epidemi COVID-19. Adapun konsep ini menggambarkan bentuk interaksi faktor-faktor penularan COVID-19.

"Jika kita lihat lebih mendalam, perjalanan riwayat alamiah penyakit menular dipengaruhi berbagai macam kondisi lainnya," ujar Wiku dikutip dari situs resmi covid.go.id, Jumat (29/10/2021).

Lebih lanjut, Wiku menjelaskan sebenarnya terdapat 3 faktor penentu penularan yaitu agen, host, dan lingkungan sekitar. Faktor pertama agent, yaitu mikroba penyebab penyakit, yaitu virus SARS-CoV-2. Wiku menjelaskan karakteristik ini dipengaruhi laju penularan, maupun kemampuannya menimbulkan penyakit dipengaruhi oleh masing-masing strain.

"Sebagai contoh, karakteristik varian delta yang menyebabkan lonjakan kasus di Indonesia pada Juli lalu dalam waktu yang singkat. Diakibatkan kemampuan penularannya tinggi," jelasnya.

Kedua, host yaitu organisme yang terserang virus COVID-19. Sejauh ini, Wiku menyebut COVID-19 hanya ditemukan pada hewan dan manusia. Khusus manusia, penularannya terjadi dari manusia ke manusia melalui droplet. Namun, keparahan gejala dapat dipengaruhi dari imunitas spesifik tubuh, umur, dan riwayat penyakit.

Ketiga adalah lingkungan, faktor eksternal yang dapat meningkatkan penularan. Hal ini meliputi laju kasus, kepadatan penduduk, kebijakan pemerintah, mobilitas dan aktivitas masyarakat.

"Dapat kita simpulkan bahwa penularan COVID-19 pada populasi tergantung pada banyaknya interaksi antara agen, inang (organisme) dan kondisi lingkungan," jelasnya.

Saat ini, ia menyebut pemerintah telah melakukan antisipasi terhadap setiap faktor penularan COVID-19 melalui berbagai kebijakan, sepertu percepatan vaksinasi, penerapan PPKM. penegakan protokol kesehatan dan upaya 3T.

Baru-baru ini, pemerintah juga merilis Inmendagri No. 54 untuk PPKM di Non Jawa Bali dan No.55 di Jawa Bali Kebijakan mobilitas pelaku perjalanan nasional dan internasional. Satgas Penanganan COVID-19 juga telah mengeluarkan Addendum kedua SE Satgas No.21 Tahun 2021.

Meski demikian, Wiku tetap mengingatkan agar masyarakat tetap menjalankan upaya pengendalian COVID-19 yang ada secara patuh dan bertanggung jawab. Ia juga mengimbau agar adanya beberapa pelanggaran kebijakan dapat dijadikan refleksi bersama, baik bagi pemerintah maupun masyarakat.

"Untuk sama-sama mengevaluasi sejauh mana kita mampu menjalankan upaya bela negara dalam rangka Indonesia menuju Endemi COVID-19," pungkas Wiku.

(akd/up)