Minggu, 31 Okt 2021 12:00 WIB

Perkiraan Satgas soal Jumlah Kasus Corona Jika RI Diamuk Gelombang 3 COVID-19

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Kasus COVID-19 di beberapa wilayah di Indonesia, khususnya DKI, mengalami penurunan. Namun bukan berarti virus Corona sudah hilang karena kita masih berperang melawan COVID-19. Foto: PIUS ERLANGGA
Jakarta -

Ketua Bidang Data dan Teknologi Informasi Satgas COVID-19, Dewi Nur Aisyah mengungkap perkiraan jumlah kasus Corona jika terjadi gelombang ketiga COVID-19. Seperti diketahui, gelombang ketiga diprediksi terjadi akhir tahun di tengah risiko mobilitas kembali meningkat jelang libur Natal dan Tahun Baru.

Perkiraan dia, sudah banyak masyarakat yang mendapatkan antibodi pasca vaksinasi dan infeksi. Sebab, jumlah masyarakat yang terinfeksi COVID-19 di puncak kasus atau gelombang kedua COVID-19 terbilang tinggi.

"Dan dari hasil modelling yang kita keluarkan memang kemungkinan besar tidak akan setinggi kemarin, karena vaksinasi sudah masuk, banyak kekebalan alami dan kekebalan buatan yang sudah terjadi," beber dia dalam webinar online, Minggu (31/10/2021).

Meski begitu, dia belum bisa memperkirakan berapa banyak masyarakat yang sudah memiliki antibodi, baik antibodi alamiah dan buatan.

"Nah ini juga kadang nggak bisa kita ukur, salah satu studi yang dilakukan sekarang serosurvey oleh Kemenkes tengah menguji hal tersebut," sambung dia.

Meski begitu, Dewi menyebut kemungkinan peningkatan kasus lebih terlihat di luar pulau Jawa Bali dengan cakupan vaksinasi masih di bawah 30 persen.

"Di luar Jawa dan Bali, harus kita kepung sama-sama, harus kita kerja keras agar bisa tinggi cakupan vaksinasinya di seluruh daerah," pungkasnya.



Simak Video "Komunitas Relawan di Shanghai Turun Tangan Bantu Warga yang Karantina"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/naf)