Selasa, 02 Nov 2021 18:03 WIB

Alasan Masa Karantina Dipangkas Jadi 3 Hari, Ini Penjelasan Satgas

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Kasus COVID-19 di berbagai wilayah Indonesia kembali menanjak. Di Kabupaten Tangerang, jumlah keterisian tempat tidur di rumah karantina COVID-19 pun penuh. Foto: ANTARA FOTO/FAUZAN
Jakarta -

Juru bicara Satgas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito menanggapi kabar terkait rencana perubahan masa karantina untuk pelaku perjalanan luar negeri. Dari yang semula lima hari, akan dipangkas menjadi tiga hari saja.

Menurut Wiku, perubahan kebijakan ini dilakukan atas pertimbangan dan masukan dari pakar terkait risiko penularan atau infeksi COVID-19.

"Pada prinsipnya, setiap penyesuaian kebijakan yang dilakukan sudah mempertimbangkan masukan pakar terkait perkembangan riwayat alamiah penyakitnya, serta petugas di lapangan terkait teknis skriningnya," kata Wiku dalam konferensi pers, Selasa (2/11/2021).

"Selain itu, cakupan vaksinasi hasil survei dari sero-prevalensi serta upaya pemulihan ekonomi bertahap juga menjadi aspek yang dipertimbangkan. Kebijakan pembaharuan ini sudah dilakukan dengan baik untuk dipertimbangkan," lanjutnya

Sebelumnya, pemerintah kembali berencana akan mengurangi masa karantina untuk pelaku perjalanan dari luar negeri, dari lima hari menjadi tiga hari. Ini berlaku untuk masyarakat yang memenuhi beberapa persyaratan, seperti sudah divaksinasi dosis lengkap, hasil tes PCR negatif pada saat keberangkatan, ketibaan, dan saat akan selesai karantina.

"Pengaturan untuk Pelaku Perjalanan Internasional (PPI), pelaksanaan karantina diberlakukan selama 3 hari, bagi PPI yang telah memenuhi syarat. Ketentuan mengenai karantina ini akan segera dituangkan dalam perubahan SE KaSatgas Nomor 20/2021 untuk dapat segera diterapkan," kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam keterangan tertulis dikutip detikcom, Selasa (2/11/2021).



Simak Video "Faktor yang Memengaruhi Keparahan Pasien Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/naf)