Rabu, 03 Nov 2021 13:00 WIB

Geger China Minta Warganya Timbun Kebutuhan Pokok, Picu Panic Buying

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
WUHAN, CHINA - AUGUST 2:(CHINA OUT) People wear protective masks as they line up to pay in a supermarket on August 2, 2021 in Wuhan, Hubei Province, China. According to media reports, seven migrant workers returned positive COVID-19 nucleic acid tests. Wuhan has not reported locally transmitted cases for over a year.  (Photo by Getty Images) Ilustrasi panic buying di China. (Foto: Getty Images)
Jakarta -

China baru-baru ini mendesak warganya menimbun persediaan penting seperti kebutuhan sehari-hari, antisipasi kondisi darurat. Namun, pemerintah tidak menjelaskan alasan detail di balik perintah tersebut.

Satu hal yang pasti, Kementerian Perdagangan China mengumumkan arahan ini di tengah melonjaknya kembali kasus COVID-19, dan kekhawatiran semakin banyak daerah atau wilayah yang kembali lockdown. Adapula kekhawatiran pasokan sayuran usai hujan lebat tidak biasa belakangan dilaporkan bisa merusak tanaman.

Begitu arahan ini keluar, semua warga otomatis mendadak 'panic buying'. Gambaran suasana di China juga kerap dibagikan seorang netizen.

"Begitu berita ini keluar, semua orang tua di dekat saya menjadi gila, panik membeli semua barang di supermarket," tulis seorang pengguna di situs media sosial China Weibo.

Sementara media ekonomi China, mengimbau para warga untuk tidak panik. Menekankan pemerintah ingin memastikan setiap rumah tangga siap dengan kemungkinan lockdown yang akan diumumkan di daerah mereka, berdasarkan laporan The Economic Daily.

Sementara surat kabar People's Daily mengatakan pemberitahuan seperti itu bukan hal yang aneh. Hal itu dikarenakan kasus COVID-19 baru-baru ini kembali meledak, dan adanya kenaikan harga sayuran.

Harga makanan secara tradisional naik di China saat musim dingin mendekat, tetapi harga sayuran telah melonjak dalam beberapa pekan terakhir karena cuaca ekstrem.

Sementara itu, China juga terus mengedepankan strategi lockdown ketat untuk mengatasi virus Corona. China berharap untuk mencapai nol infeksi COVID-19 sebelum menjadi tuan rumah Olimpiade Musim Dingin, yang dimulai pada Februari.

Sembilan puluh dua kasus baru virus Corona dilaporkan di China pada hari Senin, dan Shanghai Disneyland ditutup setidaknya selama dua hari setelah seorang pengunjung akhir pekan dinyatakan positif COVID-19 usai kembali ke rumah.

Teranyar, jumlah kasus infeksi Corona di China berdasarkan data Worldometers per Selasa (2/11/2021) mencapai 109 kasus, dengan total kumulatif positif mencapai 97.423 kasus, dan jumlah kematian sejak pandemi merebak sebanyak 4.636 orang.



Simak Video "Komunitas Relawan di Shanghai Turun Tangan Bantu Warga yang Karantina"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/kna)