Kamis, 04 Nov 2021 07:46 WIB

WHO Mulai Lihat Titik Akhir COVID-19, Tapi Tetap Waspadai 'Skenario Kiamat'

Vidya Pinandhita - detikHealth
Di tengah melandainya kasus COVID-19 di Indonesia, sejumlah negara tetangga ini masih catatkan kenaikan kasus COVID-19. Negara mana saja? WHO berharap COVID-19 dapat terkendali di 2022, namun tak memungkiri adanya 'skenario kiamat'. Foto: Getty Images
Jakarta -

Seiring lonjakan kasus di sejumlah negara akibat gelombang varian Delta, pakar berharap, sejumlah negara bisa memiliki kekebalan alami dari orang-orang yang pernah terinfeksi virus Corona.

Namun pakar juga mengantisipasi 'skenario kiamat' atau 'doomsday scenario'. Artinya, masih ada kemungkinan virus bakal bermutasi hingga bisa menghindari kekebalan.

Mereka memperingatkan bahwa SARS-CoV-2 tetap menjadi virus yang tidak dapat diprediksi yang bermutasi saat menyebar melalui populasi yang tidak divaksinasi.

"Kami pikir antara sekarang dan akhir 2022, ini adalah titik di mana kami mendapatkan kendali atas virus ini, di mana kami dapat secara signifikan mengurangi penyakit parah dan kematian," ujar Maria Van Kerkhove, ahli epidemiologi yang memimpin Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tanggapan COVID-19, dikutip dari Reuters, Kamis (4/11/2021).

Ia mengacu pada pernyataan para ahli yang memetakan kemungkinan perjalan pandemi selama 18 bulan ke depan. Hingga akhir 2022, WHO menargetkan 70 persen di dunia sudah divaksinasi.

"Jika kita mencapai target itu, kita akan berada dalam situasi yang sangat, sangat berbeda secara epidemiologis," kata Van Kerkhove.

Di samping itu, ia waswas soal negara-negara yang mencabut tindakan pencegahan COVID-19 sebelum waktunya.

Meski kasus dan kematian COVID-19 tercatat menurun hampir di semua negara berdasarkan laporan WHO pada 26 Oktober 2021, varian Delta kini kembali memicu lonjakan kasus COVID-19 besar-besaran. Termasuk di negara-negara dengan cakupan vaksinasi renah seperti Rusia dan Rumania, serta negara yang sudah mencabut aturan memakai masker.

Diketahui, varian ini juga menyebabkan lonjakan kasus di negara-negara dengan cakupan vaksinasi tinggi, namun rendah kekebalan alami karena lockdown yang ketat. Di antaranya, Cina dan Singapura.

Lihat juga video 'Dirjen WHO: Pandemi Masih Jauh dari Selesai':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2