Jumat, 05 Nov 2021 08:36 WIB

Padahal Banyak Vaksin, Kenapa Eropa Diamuk COVID-19 Lagi?

Firdaus Anwar - detikHealth
Jakarta -

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menemukan penyebaran COVID-19 kini lebih banyak terjadi di benua Eropa. Kepala WHO Eropa, Hans Kluge, menyebut terjadi kenaikan kasus meski beberapa negara diketahui sudah memiliki cakupan vaksinasi yang tinggi.

"Kita harus mengubah taktik kita. Dari yang tadinya baru bereaksi bila ada lonjakan COVID-19, menjadi berusaha sejak awal mencegah terjadinya lonjakan," kata Hans seperti dikutip dari BBC, Jumat (5/11/2021).

Kasus COVID-19 di Eropa dilaporkan meningkat sampai 55 persen dalam waktu empat minggu terakhir. Padahal menurut WHO, Eropa tidak kekurangan suplai vaksin ataupun alat-alat vital lainnya.

WHO menyebut kenaikan kasus ini terjadi karena sebagian negara Eropa mulai melonggarkan upaya pembatasan sosial. Selain itu ada juga negara yang memang cakupan vaksinnya masih rendah, sebagai contoh Rusia yang baru mencakup 32 persen populasi pada Oktober 2021.

Rusia jadi negara dengan lonjakan kasus dan kematian COVID-19 yang paling drastis diikuti oleh Ukraina. Korban COVID-19 yang meninggal dalam sehari di Rusia bisa mencapai lebih dari 1.000 orang.

(fds/up)