Senin, 08 Nov 2021 11:00 WIB

Lakukan Uji Klinis Obat COVID-19 Molnupiravir, Vietnam Klaim Nol Kematian

Ayunda Septiani - detikHealth
Molnupiravir: Pil antivirus eksperimental untuk pasien Covid terbukti kurangi kematian dan perawatan di rumah sakit Foto ilustrasi. (Foto ilustrasi: BBC Magazine)
Jakarta -

Kementerian Kesehatan Vietnam melakukan uji klinis obat molnupiravir sebagai obat COVID-19 kepada warganya. Dari uji coba yang dilakukan sejak Agustus 2021 lalu, hasilnya menunjukkan bahwa Molnupiravir aman dan relatif aman sebagai obat COVID-19 serta tidak ditemukan adanya fatalitas berupa kasus kematian.

Dikutip dari laman Vietnam Express, uji klinis molnupiravir sebagai obat COVID-19 dilakukan di 22 kota dan provinsi ini menunjukkan hasil yang aman dan efektif, terutama dalam mengurangi jumlah virus dalam tubuh, infektivitas, dan masa pengobatan.

Dari penggunaan selama 5 hari, persentase pasien COVID-19 dengan muatan virus yang rendah meningkat dari 72,1 persen menjadi 99,1 persen. Sementara, setelah konsumsi molnupiravir selama 14 hari, persentase kembali meningkat dan mendekati 100 persen.

Sisanya, hanya sekitar 0,02-0,06 persen pasien COVID-19 yang masih dalam kondisi berat. Namun tidak ada kematian yang tercatat pada pasien COVID-19 yang mengonsumsi pil obat molnupiravir.

Menteri Kesehatan Vietnam, Nguyen Thanh Long, mengatakan, uji coba penggunaan obat COVID-19 molnupiravir di negaranya berjalan dengan baik dan menunjukkan hasil yang konsisten dengan klaim produsen, baik Merck & Co maupun merek lainnya.

"Obatnya aman dan memiliki sedikit efek samping. Jika pun ada, efek samping itu akan menghilang dalam satu atau dua hari setelah penggunaan obat," ujar Long.

Obat molnuparivir ini didesain untuk dikonsumsi oleh pasien COVID-19 dengan gejala ringan dengan pengawasan tenaga kesehatan.

Molnupiravir bekerja dengan mengurangi kemampuan virus dalam hal bereplikasi sehingga memperlambat penyebaran dan kerja virus di dalam tubuh.

Menurut MHRA Inggris, obat ini aman dan efektif mengurangi risiko rawat inap dan kematian pada penderita COVID-19 ringan hingga sedang yang berisiko lebih tinggi terkena penyakit parah.

Molnupiravir merupakan obat COVID-19 besutan perusahaan farmasi asal Amerika Serikat, Merck & Co. Uji coba molnupiravir sebagai obat COVID-19 sudah dilakukan di sejumlah negara.

Hasil uji coba molnupiravir di Inggris, oleh Badan Pengatur Obat dan Makanan (MHRA), menyebutkan, molnupiravir juga aman untuk digunakan dalam penyembuhan pasien COVID-19. Negara ini pun menjadi negara pertama di dunia yang menyetujui penggunaan pil molnupiravir ini sebagai obat COVID-19.



Simak Video "Faktor yang Memengaruhi Keparahan Pasien Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]
(ayd/up)