Senin, 08 Nov 2021 19:01 WIB

Menkes Pastikan Vaksin Corona Anak Baru Bisa Mulai Tahun Depan, Ini Sebabnya

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Menkes Budi Gunadi Sadikin Vaksin Corona anak belum bisa diberikan tahun ini, terkendala anggaran. (Foto: Rusman - Biro Pers Sekretariat Presiden)
Jakarta -

Meski vaksin Corona anak sudah mendapat izin Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memastikan pelaksanaannya baru bisa dimulai tahun depan. Hal ini berkaitan dengan anggaran dan skema prioritas vaksinasi berdasarkan risiko COVID-19.

"Tambahan vaksin anak-anak ini sudah kita identifikasi 6-11 yang disetujui BPOM, itu ada 26 juta (anak), jadi ada 52 juta dosis tambahan," beber Budi dalam rapat kerja bersama Komisi IX DPR RI, Senin (8/11/2021).

"Nah hitung-hitungan kami nggak masuk ke anggaran yang ada karena kita sudah menambah sekitar 50 juta dosis sebelumnya untuk usia 12 sampai 18 tahun jadi karena adanya isu mengenai anggaran itu mungkin kita akan dorong ke tahun depan," sambung Menkes.

Kedua, pertimbangan terkait skema vaksinasi berdasarkan risiko COVID-19. Jika melihat risikonya, kelompok tenaga kesehatan dan lansia lebih berisiko terpapar hingga dirawat bahkan meninggal dunia.

Sementara case fatality rate COVID-19 pada usia anak berada di bawah 11 tahun adalah 0,5 persen. Ditambah lagi, cakupan vaksinasi lansia Indonesia saat ini masih rendah, khususnya di beberapa daerah.

"Dari sisi pertimbangan medisnya sejak awal vaksinasi itu kan berbasis risiko itu sebabnya kita perhatikan mulainya dari nakes dulu karena nakes adalah yang paling berisiko kena, paling berisiko masuk RS, dan wafat jadi kita kasih duluan."

"Jadi (risikonya) 20 kali lipat lebih rendah dibanding lansia, sehingga secara medis kita akan prioritaskan lansia dulu," bebernya.

Di wilayah-wilayah seperti Madura, Sumatera Barat, Papua, hingga Aceh tantangan vaksinasi termasuk lansia juga relatif lebih sulit. Hal ini yang kemudian menjadi perhatian untuk memerlukan skill khusus meningkatkan sasaran vaksinasi.



Simak Video "Kata Satgas soal Vaksin Covid-19 Umat Islam Akan Diganti yang Halal"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)