Selasa, 09 Nov 2021 13:00 WIB

Kasus Baru COVID-19 Singapura Diklaim Menurun, Begini Kondisinya Kini

Vidya Pinandhita - detikHealth
Kasus harian COVID-19 di Singapura terus cetak rekor baru. Pada Rabu (29/9) kemarin kasus harian COVID-19 Singapura bahkan melampaui kasus harian di Indonesia. Ilustrasi pandemi COVID-19 di Singapura. Foto: AP Photo
Jakarta -

Menteri Kesehatan Singapura, Ong Ye Kung, mengibaratkan kondisi pandemi COVID-19 Singapura dengan sepeda yang meluncur menuruni bukti. Artinya, diperlukan rem berupa peraturan ekstensif untuk mencegah kondisi Singapura meluncur di luar kendali.

"Anda tidak melakukan apa-apa, itu berjalan lebih cepat dan lebih cepat sampai Anda kehilangan kendali dan jatuh," kata Menteri Kesehatan Ong Ye Kung, dalam konferensi pers, dikutip dari The Straits Times, Selasa (9/10/2021).

"Itulah sebabnya kami mengerem sehingga "sepeda" menuruni bukit dengan kecepatan yang terkendali. Kami dapat dengan aman tiba di tujuan," sambungnya.

Rem yang dimaksud Ong adalah manajemen yang aman, kontrol perbatasan, serta vaksinasi dan tingkat pemberian booster vaksin COVID-19. Tingkat pertumbuhan infeksi mingguan Singapura relatif turun, dengan angka 0,81 pada Minggu (7/11/2021). Angka tersebut mencerminkan jumlah kasus baru mulai turun.

Dalam kontrol perbatasan, Singapura kemarin mengumumkan bahwa pihaknya akan menyesuaikan klasifikasi risiko untuk beberapa negara Asean seperti Kamboja, Indonesia, Malaysia, dan Vietnam. Artinya, ada kemungkinan perjalanan bakal lebih bebas menuju dan dari tempat-tempat ini.

Di bidang vaksinasi, 95 persen populasi Singapura yang memenuhi syarat telah mendapatkan setidaknya satu dosis vaksin COVID-19. Ong menyebut hal ini adalah 'prestasi luar biasa'. Hal itu dibarengi program booster yang ditargetkan bakal mencapai 50 persen populasi pada akhir tahun.

Ong menyebut, pihaknya tak akan mengandalkan kombinasi vaksin dan infeksi alami untuk mencapai kekebalan kelompok (herd immunity). Jumlah kasus infeksi COVID-19 akan memengaruhi kebijakan pemerintah dalam pengetatan aturan pembatasan.

"Saya tidak berpikir kami akan menggunakan infeksi sebagai cara untuk mencapai kekebalan kelompok. Kami masih ingin sebagian besar menggunakan vaksinasi dan booster," kata Ong.

Seiring itu, Gugus Tugas Multi-Kementerian merencanakan pelonggaran terkait aturan penanganan COVID-19 untuk warga Singapura sepekan ke depan. Memangnya sudah aman?

Selanjutnya
Halaman
1 2