Kamis, 11 Nov 2021 08:34 WIB

WHO Sebut COVID-19 Tak Akan Berakhir Sampai Hal Ini Dilakukan

Ayunda Septiani - detikHealth
Virus corona: Bagaimana negara-negara Eropa mempersiapkan Natal dan Tahun Baru Foto ilustrasi. (Foto ilustrasi: BBC World)
Jakarta -

Badan Kesehatan Dunia (WHO) memeringatkan COVID-19 tidak akan berakhir sebelum negara-negara "belajar hidup berdampingan dengannya (virus Corona)".

Dalam pernyataan yang disampaikan oleh Direktur Eropa Hans Kluge, badan di bawah PBB itu meminta supaya sistem kesehatan tidak sampai terbeban oleh infeksi maupun adanya korban meninggal.

Saat diwawancara oleh surat kabar Spanyol La Vanguardia, Kluge menuturkan bahwa WHO tidak bisa mengumumkan virus Corona telah berhenti. Sebab, masih terdapat risiko pada sistem kesehatan negara, yang akan berpotensi kewalahan jika terjadi lonjakan kasus.

"Kita harus belajar hidup bersama virusnya. Begitu sistem kesehatan kita tidak terbebani, maka pandemi bisa menjadi endemik," terang Kluge.

Komentar yang disampaikan oleh Kluge terjadi karena dia menyoroti situasi kondisi di Eropa di tengah persiapan musim dingin.

Kluge kemudian mendapat pertanyaan apakah Eropa bisa kembali menjadi episentrum pandemi COVID-19. Mereka memprediksi akan ada sekitar 500.000 kematian akibat virus Corona hingga Februari mendatang.

Dia menyalahkan soal beredarnya informasi palsu maupun pelonggaran protokol kesehatan yang dilakukan pemerintah negara.

Kluge pun menyerukan supaya tidak ada lagi sikap kontra terhadap vaksin, dan mendorong kelompok kerja di Eropa untuk menangkal wabahnya.

Selain itu, Kluge memuji banyaknya vaksin di dunia yang membantu menangkal virus Corona.

Untuk membuat vaksinasi efektif, Kluge menegaskan negara tidak boleh sampai abai terhadap warganya yang belum divaksin.

Dia juga mengusulkan adanya suntikan penguat atau booster dan memvaksin anak-anak guna membantu mengurangi penularan.



Simak Video "Komunitas Relawan di Shanghai Turun Tangan Bantu Warga yang Karantina"
[Gambas:Video 20detik]
(ayd/kna)