Kamis, 11 Nov 2021 21:00 WIB

Gawat! WHO Prediksi Dunia 'Krisis' Jarum Suntik di 2022

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Program vaksinasi massal di Tangerang terus dilakukan. Vaksinasi COVID-19 kini sasar orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) dan individu berkebutuhan khusus (IBK). Foto: Grandyos Zafna
Jakarta -

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengungkapkan dunia mungkin akan kekurangan 1-2 miliar jarum suntik yang sangat diperlukan untuk vaksinasi COVID-19 di tahun 2022 mendatang. Ini mungkin akan berdampak pada imunisasi rutin dan mengganggu stok jarum suntik yang ada.

Menurut pakar WHO, Lisa Hedman, otoritas kesehatan negara harus membuat rencana agar kebutuhan jarum suntik ini masih bisa terpenuhi. Hal ini untuk menghindari penimbunan, panic buying, dan situasi lainnya yang terlihat sejak awal pandemi.

"Kita bisa mengalami kekurangan jarum suntik imunisasi global yang pada bisa menyebabkan masalah serius, seperti memperlambat upaya imunisasi serta masalah keamanan," kata dia yang dikutip dari Reuters, Kamis (11/11/2021).

"Kekurangan ini dapat menyebabkan penundaan vaksinasi rutin, terutama untuk anak-anak dan layanan kesehatan lainnya. Kondisi ini juga dapat mendorong pemakaian jarum suntik bekas dan jarum suntik yang tidak aman," lanjutnya.

Hedman mengatakan saat ini jumlah vaksinasi COVID-19 global sudah mencapai sekitar 6,8 miliar. Jumlah ini jauh lebih besar dibandingkan jumlah vaksinasi rutin yang digunakan.

Sedangkan total kapasitas produksi jarum suntik imunisasi hanya sekitar 6 miliar per tahun.

Melihat itu, berarti dunia bisa saja mengalami kekurangan hingga 2 miliar jarum suntik di tahun depan. Ini bisa saja diatasi jika banyak pabrik yang dialihkan untuk memproduksi perangkat yang tepat untuk suntikan itu.

"Jika kita menggeser kapasitas dari satu jenis jarum suntik ke jenis lain atau mencoba memperluas kapasitas untuk jarum suntik imunisasi khusus, itu membutuhkan waktu dan investasi," ujarnya.



Simak Video "Nasihat WHO Agar Pandemi Covid-19 Bisa Berakhir"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)