Senin, 15 Nov 2021 07:34 WIB

UPDATED

Varian Delta Meningkat di DKI, Totalnya Jadi 1.278 Kasus

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Virus In Red Background - Microbiology And Virology Concept Varian baru Corona di DKI Jakarta meningkat. (Foto: Getty Images/iStockphoto/loops7)
Jakarta -

Dalam sebulan terakhir, DKI Jakarta mencatat peningkatan kasus varian Delta yang signifikan. Sementara, jumlah varian baru Corona seperti varian Alpha, varian Delta, hingga varian Beta terbanyak di Indonesia berasal dari DKI Jakarta, dengan total 1.327 kasus.

Sementara menurut catatan Balitbangkes Kemenkes RI per 13 November, penambahan varian Delta paling tinggi dilaporkan Jawa Barat yaitu bertambah 165 kasus, DKI Jakarta 90 kasus, disusul Sulawesi Utara 86 kasus.

Belakangan ini, pemerintah juga mewaspadai kemunculan subvarian Delta AY.4.2 yang memicu peningkatan kasus COVID-19 di Inggris. Subvarian Delta ini diyakini memiliki 10-15 persen penularan lebih tinggi ketimbang varian Delta 'asli'.

Corona AY.4.2 yang juga disebut varian 'Delta Plus' sudah ditemukan di Singapura hingga Malaysia. Meski begitu, Indonesia sebenarnya memiliki 25 mutasi atau turunan dari varian Delta yang juga diwaspadai.

Bahkan, salah satu subvarian yang dominan ditemukan dan bermutasi di Indonesia yaitu Corona AY.23 sudah menyebar ke beberapa negara termasuk Singapura.

"Varian Delta B16172 masuk ke Indonesia, kemudian dia bermutasi dan itu menjadi AY.23 dan itu menjadi sublineage, varian yang sangat dominan di Indonesia, menyebar ke luar, salah satunya Singapura," beber Menkes dalam webinar online, Sabtu (13/11/2021).

"Karena Singapura paling besar adalah AY.23 yaitu merupakan varian baru dari varian Delta," lanjut Menkes, sembari mengingatkan pentingnya penjagaan ketat di pintu masuk demi mencegah masuknya varian baru yang memicu lonjakan kasus.

Berikut laporan terbaru Balitbangkes Kemenkes RI per 13 November 2021.

Varian Delta: 4.732 kasus

  • Aceh: 54 kasus
  • Sumatera Utara: 150 kasus
  • Sumatera Barat: 75 kasus
  • Bengkulu: 22 kasus
  • Sumatera Selatan: 59 kasus
  • Jambi: 195 kasus
  • Kepulauan Riau: 52 kasus
  • Kepulauan Bangka Belitung: 43 kasus
  • Riau: 58 kasus
  • Lampung: 6 kasus
  • Banten: 29 kasus
  • Jawa Barat: 757 kasus
  • DKI Jakarta: 1.278 kasus
  • DIY: 67 kasus
  • Jawa Timur: 85 kasus
  • Jawa Tengah: 309 kasus
  • Bali: 134 kasus
  • Nusa Tenggara Barat: 66 kasus
  • Nusa Tenggara Timur: 102 kasus
  • Kalimantan Tengah: 3 kasus
  • Kalimantan Barat: 56 kasus
  • Kalimantan Timur: 393 kasus
  • Kalimantan Utara: 70 kasus
  • Kalimantan Selatan: 126 kasus
  • Sulawesi Selatan: 24 kasus
  • Sulawesi Utara: 186 kasus
  • Sulawesi Tengah: 66 kasus
  • Sulawesi Tenggara: 20 kasus
  • Sulawesi Barat: 40
  • Gorontalo: 29 kasus
  • Maluku: 43 kasus
  • Maluku Utara: 44 kasus
  • Papua: 53 kasus
  • Papua Barat: 39 kasus

Varian Beta: 22 Kasus

  • DKI Jakarta: 12 kasus
  • Jawa Barat: 3 kasus
  • Jawa Timur: 6 kasus
  • Bali: 1 kasus

Varian Alpha: 76 kasus

  • Sumatera Utara: 2 kasus
  • Riau: 1 kasus
  • Sumatera Selatan: 1 kasus
  • Lampung: 1 kasus
  • Kepulauan Riau: 7 kasus
  • DKI Jakarta: 37 kasus
  • Jawa Barat: 20 kasus
  • Jawa Timur: 4 kasus
  • Jawa Tengah: 1 kasus
  • Kalimantan Selatan: 1 kasus
  • Bali: 1 kasus

Simak video 'Menkes Budi: di Singapura, Varian AY.23 Itu Pasti dari Indonesia':

[Gambas:Video 20detik]



(naf/up)