Senin, 15 Nov 2021 16:04 WIB

Target Tiba Desember, Menkes Sebut RI Siap Pakai Molnupiravir Tahun Depan

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Jakarta -

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan obat oral COVID-19 besutan Merck and Co, Molnupiravir, bisa masuk ke Indonesia di akhir tahun ini. Ia berharap obat tersebut bisa segera bisa digunakan di 2022.

Namun, saat ini pemerintah masih menunggu emergency use authorization (EUA) atau izin penggunaan darurat obat ini dari Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA).

"Molnupiravir diharapkan akhir tahun ini sudah bisa tiba di Indonesia dan kita sudah siap menggunakannya untuk tahun depan. mudah-mudahan tidak ada gejolak (gelombang corona)," kata Menkes Budi dalam konferensi pers PPKM Senin (15/11/2021).

"Toh kalau ada gelombang baru kita sudah siap dengan obat-obatannya. Dan kita masih menunggu terbitnya EUA dari FDA, yang diharapkan di awal Desember ini juga sudah keluar dari sana," lanjutnya.

Meski begitu, Menkes Budi mengatakan pihak Kemenkes akan terus mengkaji obat-obatan alternatif lainnya yang memiliki khasiat seperti Molnupiravir. Salah satunya obat-obatan yang dapat mengurangi risiko pasien COVID-19 masuk rumah sakit.

"Dan kita akan terus bekerja sama dengan BPOM untuk mengkaji alternatif obat ini," pungkasnya.

Sebelumnya, Menkes Budi mengungkapkan bahwa pemerintah telah mengamankan sebanyak 600 ribu hingga 1 juta Molnupiravir untuk persiapan ancaman gelombang ketiga COVID-19.

(sao/up)