ADVERTISEMENT

Selasa, 16 Nov 2021 13:15 WIB

Kemenkes Ingatkan Tarik Rem Jika Corona Melonjak Lagi Akhir Tahun!

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
PPKM Darurat di Ibu Kota dinilai belum efektif. Mobilitas masyarakat masih tinggi ditandai dengan kemacetan yang terjadi dimana-mana. Kemenkes mengingatkan potensi lonjakan kasus COVID-19. (Foto ilustrasi: Pradita Utama)
Jakarta -

Kementerian Kesehatan RI meminta semua masyarakat mewaspadai peningkatan kasus COVID-19 jelang libur Natal dan Tahun Baru. Terlebih, peningkatan kasus COVID-19 mulai terlihat di 126 kabupaten dan kota di Indonesia.

Adapun catatan kasus positif yang banyak dilaporkan berasal dari kegiatan sekolah tatap muka dan takziah. Bagaimana jika benar terjadi lonjakan kasus COVID-19 di akhir tahun?

"Nah kalau nanti di akhir tahun baru kita melihat terjadi peningkatan yang sangat signifikan pasti pemerintah akan mengambil langkah-langkah untuk setidaknya nge-rem lagi, ingat kebijakan kita kan rem dan gas," beber Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung (P2PML) dr Siti Nadia Tarmizi Kementerian Kesehatan RI, Selasa (16/11/2021) dalam webinar online.

Meski begitu, kebijakan tarik dan gas rem darurat tergantung bagaimana peningkatan penularan dan mobilitas terjadi. Bila tak terlihat kenaikan yang signifikan, kebijakan pemerintah akan sebatas pelarangan dan pendekatan kedisiplinan protokol kesehatan.

"Kapan harus gas, kapan harus rem, jadi nanti tentunya eskalasinya kita lihat sejauh mana perkembangan tingkat penularan, mobilitas, kalau kemudian masih dalam level yang mana pemerintah tidak akan melakukan pengetatan seperti kemarin," sambung dr Nadia.

"Mungkin hanya pelarangan atau mungkin juga pengetatan untuk liburan, atau kemudian kebijakan-kebijakan lain yang kita memastikan bahwa di akhir liburan Nataru tidak terjadi lonjakan kasus," pungkas dia.

Baru-baru ini, Presiden Joko Widodo juga meminta jajarannya untuk terus memantau kemungkinan peningkatan kasus, demi menghindari gelombang ketiga COVID-19 yang diprediksi besar kemungkinan datang di Desember.



Simak Video "Kasus Harian Covid-19 Jepang Tembus 100.000"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/kna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT