ADVERTISEMENT

Rabu, 17 Nov 2021 11:00 WIB

Bandel! 17.590 Orang Positif COVID-19 Bebas Keliaran, Termasuk di Mal

Ayunda Septiani - detikHealth
Para pekerja dan warga mengantre vaksin Covid-19 di One Bell Park Mall, Jakarta, Sabtu (4/9/2021). Vaksinasi yang terus dilakukan pemerintah untuk mempercepat pembentukan herd immunity di Indonesia. Foto ilustrasi. (Foto ilusttasi: Grandyos Zafna)
Jakarta -

Virus COVID-19 di Indonesia saat ini sudah mulai terkendali. Untuk masyarakat yang kurang sehat selalu diimbau untuk berdiam diri di rumah. Namun, ternyata masih ada saja masyarakat yang bandel dengan nekat pergi keluar rumah meski tidak sehat.

Hal ini terlihat dari data PeduliLindungi, dari pemantauan aplikasi dari tanggal 22 Oktober hingga 12 November 2021, ada sebanyak 52.939.944 orang yang menggunakan aplikasi dan diperbolehkan masuk. Di antaranya, lebih dari 17 ribu orang yang positif COVID-19 bebas beraktivitas di fasilitas publik seperti mal.

"Bahwa ternyata kita masih bisa lihat juga orang-orang yang sudah terkena masih jalan-jalan," jelas Menteri Kesehatan Budi Gunandi Sadikin, dalam webinar dari PKS TV, dikutip Rabu (17/11/2021).

"PeduliLindungi telah mengidentifikasi 17.590 pengunjung tidak sehat dan melindungi orang yang beraktivitas di fasilitas publik," tambahnya.

Lebih lanjut, Budi menjelaskan bahwa aplikasi PeduliLindungi sendiri merupakan aplikasi yang bisa membantu pemerintah mendeteksi aktivitas masyarakat.

"PeduliLindungi bisa membantu kita untuk screening, tracing untuk setiap aktivitas. Karena PeduliLindungi terkoneksi ke basis data vaksinasi nasional dan 1.800 lab nasional. Jadi kalau ada yang tes hasil keluar dan masuk ke basis data dan ini bisa kita gunakan," kata dia.

Budi menyebutkan, saat ini, setidaknya ada enam aktivitas yang wajib menggunakan aplikasi PeduliLindungi. Pertama, aktivitas modern seperti mal, dan pasar.

Kedua, aktivitas transportasi baik laut, udara, dan darat. Ketiga aktivitas pariwisata yang sebelumnya menjadi klaster terbanyak, seperti restoran dan warung makan. Keempat, aktivitas bekerja seperti di kantor dan pabrik. Kelima, aktivitas pendidikan mulai dari SD, SMP dan SMA. Keenam, adalah aktivitas keagamaan.



Simak Video "Kasus Harian Covid-19 Jepang Tembus 100.000"
[Gambas:Video 20detik]
(ayd/naf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT