Rabu, 17 Nov 2021 17:04 WIB

Ahli RI Buka-bukaan soal Efek Samping Vaksin AstraZeneca Disemprot Lewat Hidung

Ayunda Septiani - detikHealth
Australia Ubah Syarat Penerima Vaksin AstraZeneca Menjadi 60 Tahun ke Atas Foto: ABC Australia
Jakarta -

Peneliti menyebut penggunaan vaksin AstraZeneca intranasal yang disemprotkan lewat hidung memiliki manfaat lebih. Salah satunya adalah mengurangi risiko efek samping yang lebih ringan.

Dijelaskan oleh peneliti vaksin dari Jenner Institute Universitas Oxford, Carina Citra Dewi Joe, dari hasil pengujian vaksin COVID-19 intranasal AstraZeneca efek sampingnya lebih ringan ketimbang vaksin yang disuntikkan.

"Proyek lain tim kami adalah vaksin intranasal. Selain disuntikkan, kami juga uji klinik lewat jalur lain, disemprotkan ke hidung," kata Carina, ilmuwan asal Indonesia yang ikut mengembangkan formula vaksin AstraZeneca, dikutip dari ANTARA.

"Sampai sekarang vaksin intranasal baru mendekati uji klinis pertama. Badan Kesehatan Dunia (WHO) memberikan (izin) uji klinis kedua. Hasilnya bagus, efek samping lebih ringan dari yang disuntik," katanya.

Selain itu, Carina mengatakan bahwa masa uji klinik pada fase kedua dan ketiga penggunaan vaksin intranasal diharapkan dapat lebih singkat mengingat sudah banyak data mengenai penggunaan vaksin AstraZeneca dari penelitian laboratorium maupun pemanfaatan vaksin di berbagai negara.

"Kita ikut aturan Badan Kesehatan. Kita ikut uji klinis kedua. Saat ini mereka masih susun laporannya," katanya.

Menurut Carina, AstraZeneca terus memperbaiki proses produksi vaksin agar bisa memproduksi vaksin dalam jumlah yang jauh lebih banyak.



Simak Video "AstraZeneca Mulai Ambil Keuntungan dari Vaksin Covid-19 di 2022"
[Gambas:Video 20detik]
(ayd/naf)