Senin, 22 Nov 2021 13:47 WIB

Viral Hoax Jepang Pakai Ivermectin buat Basmi COVID-19, Ini Faktanya

Erika Dyah - detikHealth
Ivermectin is not a brand name: it is the generic term for the drug. Foto: Getty Images/iStockphoto/RapidEye
Jakarta -

Kabar bohong yang menyebut Jepang tidak lagi menggunakan vaksin COVID-19 untuk membasmi COVID-19 sempat ramai. Alih-alih menggunakan vaksin, Jepang disebut lebih memilih menggunakan Ivermectin yang dapat menghentikan penyakit COVID-19 dalam waktu semalam.

Dilansir dari laman Antara, kabar ini viral di linimasa media sosial yang menyebut Jepang justru melenyapkan COVID-19 dengan pembagian obat Ivermectin dan membuang vaksin yang disebutnya sebagai eksperimental.

Adapun narasi ini pertama diunggah di Twitter pada Sabtu (13/11) yang berisi 'Mengapa para pegawai kita, pemerintah, melaporkan lebih banyak kematian COVID? Pernahkah mereka mendengar bahwa Jepang menghilangkan COVID dengan mendistribusikan Ivermectin dan membuang vaksin eksperimental berbahaya?'.

Diketahui, narasi bohong yang menyebut Jepang telah beralih ke obat Ivermectin ini semula muncul dalam situs Hal Turner Radio Show yang berasal dari program siaran milik komentator politik sayap kanan di Amerika Serikat.

Faktanya, Badan Farmasi dan Perangkat Medis (PMDA) Jepang sebagai lembaga pengatur obat, masih menyebut vaksin dan terapi lain terkait COVID-19 dalam daftar mereka. Dalam daftar PMDA, terdapat sejumlah vaksin seperti Moderna, Pfizer/BioNTech, dan Oxfor/AstraZeneca yang digunakan negara tersebut.

Ada juga obat-obat terapi untuk penderita COVID-19 yang masih digunakan, seperti remdesivir, baricitinib, casilibimab, dan sotrovimab. Malahan, tidak terdapat nama obat Ivermectin dalam daftar obat untuk terapi COVID-19 di situs PMDA Jepang.

Sementara itu, dikutip dari laman Satgas COVID-19, data Our World in Data pada Kamis (11/11) menyebutkan penggunaan vaksin COVID-19 semakin meningkat hingga 70% di Jepang. Laporan lembaga penyiaran publik Jepang NHK pun menyatakan bahwa sekitar 77% populasi negara itu telah menerima setidaknya dosis pertama vaksin COVID-19 pada 1 November 2021. Sedangkan 72% populasinya telah menerima dosis kedua.

"Pemerintah Jepang melalui Kementerian Kesehatannya juga menyebut Ivermectin tidak mengurangi kematian, tidak mengurangi pasien rawat inap dan tidak langsung menghilangkan virus," dikutip dari laman Satgas COVID-19, Senin (22/11/2021).

Hingga saat ini, masih dilakukan uji klinis untuk penggunaan obat Ivermectin di Jepang sehingga belum diperbolehkan.

(fhs/up)