Juru bicara Satgas Penanganan COVID-19 Prof Wiku Adisasmito buka suara soal kemungkinan 80 persen warga Indonesia sudah terinfeksi COVID-19 varian Delta. Hal ini sebelumnya diutarakan epidemiolog Universitas Gadjah Mada (UGM) Citra Indriani, menjadi alasan di balik tren kasus Corona di Indonesia terus menurun.
Menanggapi hal itu, Wiku meminta masyarakat bersabar karena hasil penelitian serosurvey kerja sama lintas kementerian dan sejumlah perguruan tinggi akan segera rampung. Penelitian tersebut nantinya mengungkap sudah berapa banyak populasi Indonesia yang memiliki kekebalan pasca infeksi maupun vaksinasi.
"Program yang dijalankan Kemenkes, Kemendagri, dan didukung peneliti-peneliti dari perguruan tinggi di Indonesia diperkirakan dapat keluar analisisnya di minggu ketiga atau keempat di akhir tahun 2021," ungkap Wiku dalam konferensi pers Selasa (23/11/2021).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Hasil inilah yang nantinya dapat memberikan informasi seberapa besar kekebalan imunitas yang telah terbentuk di Indonesia baik karena infeksi alamiah dan vaksinasi," sebut Wiku.
Studi terkait berapa banyak warga Indonesia yang sudah 'kebal' COVID-19 juga bisa membantu pemerintah dalam membuat kebijakan. Termasuk untuk kebijakan pelaksanaan vaksinasi.
"Sehingga nantinya pemerintah dapat mengambil kebijakan yang berdasarkan data dan fakta," terang Wiku.











































