Kamis, 25 Nov 2021 11:05 WIB

Dokter Sibuk Tangani Amukan COVID-19, Pasien Eropa Ini Terpaksa Operasi Sendiri

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Virus Corona kembali membayangi sejumlah negara di Eropa. Para tenaga kesehatan di Rumania hingga Ukraina pun terus berjibaku merawat pasien COVID-19. Corona di Eropa kembali melonjak. (Foto ilustrasi: AP Photo)
Jakarta -

Corona di Eropa kembali menggila, keterisian beberapa RS bahkan melampaui kapasitas. Hal ini juga berimbas pada pasien non COVID-19 yang tak mendapat prioritas perawatan saat negara kembali diamuk Corona.

Seperti yang terjadi pada pasien asal Rusia, ia mengidap kanker dan terpaksa melakukan operasi pada dirinya sendiri lantaran tak bisa mendapat perawatan medis.

"Dia tidak bisa mendapatkan bantuan medis profesional yang 'tepat waktu', dengan dokter yang terlalu sibuk menangani pasien COVID-19," ungkap seorang paramedis, Selasa, dikutip dari Russia Today.

Kejadian ini diungkap di situs media sosial VK, Victoria Shutova. Shutova menjelaskan wanita yang menjalani operasi tersebut sebelumnya sempat dipantau karena dikhawatirkan intervensi medisnya tak berjalan lancar.

Belakangan ia disebut berhasil selamat. Menurut Shutova, wanita itu tidak dapat memperoleh bantuan medis karena beban virus Corona di negara tersebut kembali melonjak, akhirnya ia harus melakukan operasi sendiri.

Wanita itu disebut mengidap asites, suatu kondisi di mana cairan menumpuk di perut, membuat gerakan apa pun menjadi sulit, dan mencoba parasentesisnya sendiri.

"Artinya, membuat sayatan dengan pisau tipis di sepanjang dinding perut anterior untuk mengalirkan cairan," jelas Shutova.

Shutova bercerita kini wanita yang melakukan operasi sendiri telah dirawat di salah satu rumah sakit dan membutuhkan perawatan paliatif untuk meringankan rasa sakit.

Kejadian ini lantas mendapat banyak sorotan publik, termasuk perhatian pihak berwenang setempat. Menurut Irina Safonkina, juru bicara pemerintah daerah Leningrad wanita yang juga seorang pensiunan tersebut dipastikan akan mendapat bantuan yang diperlukan.

"Kerabatnya telah meminta bantuan ke pusat onkologi di Pesochny," kata Safonkina.

Selain itu, Komite Kesehatan wilayah tersebut telah mengungkapkan bahwa pihaknya sedang melakukan penyelidikan atas situasi tersebut.



Simak Video "Eropa Diamuk Covid-19, WHO Perkirakan 2,2 Juta Nyawa Melayang"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/kna)