Kamis, 25 Nov 2021 16:42 WIB

Seberapa Penting Ventilasi Ruangan Cegah Penularan COVID-19?

Alfi Kholisdinuka - detikHealth
PT KAI menggelar sosialisasi pencegahan virus corona di Stasiun Pasar Senen, Jakarta. Sosialisasi digelar guna mencegah penyebaran COVID-19. Foto: Rifkianto Nugroho
Jakarta -

Ventilasi merupakan salah satu faktor penting untuk mencegah penyebaran virus Corona, terutama di dalam ruangan. Semakin baik ventilasi di sebuah ruangan, maka semakin kecil juga kemungkinan penularan virus SARS-Cov2.

Namun demikian, ventilasi yang baik bukan satu-satunya cara untuk mencegah penularan COVID-19. Banyak faktor lainnya yang harus dilakukan dengan baik, yakni seperti penerapan protokol kesehatan secara ketat dan disiplin.

Lantas seberapa penting sebenarnya ventilasi untuk membuat kita aman dari COVID-19?

Direktur Departemen Kesehatan Masyarakat dan Lingkungan World Health Organization (WHO) Dr Maria Neira berujar ventilasi merupakan aspek yang sangat penting untuk mencegah penyebaran virus di dalam ruangan.

"Jadi, sesuatu yang sederhana seperti ventilasi alami berarti membuka pintu, membuka jendela, dapat memberikan jenis pembaruan udara sehat yang ingin kita hirup," ujar Maria dikutip dari laman Satgas COVID-19, Kamis (25/11/2021). Hal ini dia ungkapkan dalam wawancara Ventilasi & COVID-19 in Science in 5 WHO.

Lebih lanjut, ia mengatakan jika memungkinkan, kapan pun berada di ruang publik atau di gedung, pastikan ventilasi alami dengan membuka jendela.

"Dan, di lingkungan seperti sekolah atau bekerja bahkan di tempat-tempat wisata, yang kami rekomendasikan adalah meningkatkan laju pergantian udara, meningkatkan laju ventilasi dengan cara alami atau mekanis, selalu berusaha menghindari resirkulasi udara," katanya.

Kendati demikian, Maria mengungkapkan jika Anda dalam kondisi tidak dapat menghindarinya, maka pakailah filter seperti masker yang digunakan dengan benar dan ganti secara berkala (sesuai kebutuhan).

"Harap jangan lupa bahwa ventilasi sangat penting tetapi itu bukan satu-satunya ukuran. Jadi, ini harus menjadi satu intervensi bagian dari paket intervensi untuk mencegah penyebaran COVID-19," ungkapnya.

Terkait cara untuk memastikan bahwa udara di dalam ruangan tersebut sudah tersirkulasi dengan baik, Maria menjelaskan adalah dengan mempertimbangkan ukuran ruangan.

"Berapa orang yang menempati ruangan itu? Dan, kegiatan yang dilakukan di ruang tersebut. Tentu saja, ada rumus untuk menghitung semua itu. Tetapi pada dasarnya yang kita ketahui adalah memperbarui udara," jelasnya.

"Untuk memberi Anda contoh, jika dalam satu jam Anda memperbarui, Anda mengganti udara Anda enam kali, saya pikir itu akan memberikan cara yang cukup masuk akal untuk memastikan bahwa kita mengurangi atau mencegah penyebaran virus di dalam ruangan," tambah Maria menjelaskan lebih rinci.

Penyebaran COVID-19 di Tanah Air kian terkendali setiap harinya. Secara nasional, data per 21 November 2021 menyebut angka kesembuhan harian bertambah 331 orang sehingga total kesembuhan mencapai 4.101.547 orang atau 96,4 persen.

Sementara untuk kasus aktif berkurang 28 kasus sehingga totalnya menjadi 8.126 kasus atau 0,2 persen dari jumlah kasus aktif sejak pertama diumumkan pada awal tahun 2020, yakni 4.253.412 kasus.

Satgas mengimbau masyarakat untuk tidak lupa untuk menerapkan 5M protokol kesehatan dimanapun dan kapanpun berada seperti memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan dan mengurangi mobilitas serta lakukan vaksinasi COVID-19 untuk melindungi diri dan orang di sekeliling agar Indonesia segera mencapai herd immunity.

(akd/up)