Jumat, 26 Nov 2021 12:15 WIB

Hong Kong Laporkan 2 Kasus Pertama 'Varian Super' B.1.1.529!

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Sejumlah tempat hiburan di Hong Kong kembali dibuka. Guna cegah Corona, warga yang mengunjungi taman bermain di Hong Kong diwajibkan untuk mengenakan masker. Hongkong melaporkan dua kasus pertama varian baru Corona. (Foto ilustrasi: Getty Images/Anthony Kwan)
Jakarta -

Ditemukan pertama kali di Botswana, 'varian super' B.1.1.529 yang memiliki mutasi paling banyak menyebar ke Hong Kong. Varian B.1.1.529 ini menginfeksi seorang pasien yang baru berpulang dari Afrika Selatan.

Selang beberapa hari, tamu dari salah satu hotel di Hong Kong juga dinyatakan positif COVID-19 varian B.1.1.529. Temuan dua kasus varian baru COVID-19 ini memicu rasa was-was para pelancong yang tiba di Hong Kong.

"Informasi ilmiah tentang risiko terhadap kesehatan publik dari garis mutasi COVID-19 baru ini masih kurang. Saat ini, mutasi itu diklasifikasikan oleh WHO sebagai varian dalam pemantauan," kata Departemen Kesehatan Hong Kong.

Menteri Kesehatan Afrika Selatan Joe Phaahla mengatakan varian B.1.1.529 kini menjadi perhatian serius. Ahli virologi mendeteksi hampir 100 kasus terkait dengan varian B.1.1.529 di Afsel. Pejabat Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga mendadak melakukan pertemuan untuk membahas virus.

Usai mendeteksi dua kasus, 12 orang yang tinggal di tiga kamar dekat kedua pria itu dari 11 hingga 14 November telah dibawa ke Pusat Karantina Penny's Bay untuk menjalani karantina wajib selama 14 hari, surat kabar The Standard melaporkan. Tidak ada infeksi baru terkait yang terdeteksi sejauh ini.

"Varian baru mendorong lonjakan infeksi COVID-19 baru di Afrika Selatan," kata para ilmuwan, Kamis.

Sejauh ini, 22 kasus positif telah diidentifikasi di Afrika Selatan, menurut Institut Nasional untuk Penyakit Menular Afrika Selatan, New York Times melaporkan.

Kementerian Kesehatan Botswana juga mengkonfirmasi dalam sebuah pernyataan bahwa empat kasus varian baru terdeteksi pada orang yang semuanya sudah divaksinasi lengkap.

Pihak berwenang Inggris mengatakan bahwa varian baru Corona ini memiliki spike protein yang secara dramatis berbeda dengan yang ada pada virus Corona asli.

"Ini adalah varian paling signifikan yang kami temui hingga saat ini dan penelitian mendesak sedang dilakukan untuk mempelajari lebih lanjut tentang penularan, tingkat keparahan, dan kerentanannya terhadap vaksin," kata kepala eksekutif Badan Keamanan Kesehatan Inggris Jenny Harries.



Simak Video "Pakar Ingatkan Kemungkinan Varian Covid-19 Baru Lahir di Indonesia"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/kna)