Jumat, 26 Nov 2021 18:30 WIB

Daftar Negara Laporkan Varian B.1.1.529, Pasien Sudah Vaksin Juga Terpapar

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Israelis walk in a market in Tel Aviv, Israel, Sunday, April 18, 2021. Israel has lifted a public mask mandate and fully reopened its education system in the latest easing of coronavirus restrictions following its mass vaccination drive. (AP Photo/Sebastian Scheiner) Daftar negara yang mencatat kasus varian B.1.1.529. (Foto: AP/Sebastian Scheiner)
Jakarta -

Geger varian B.1.1.529, jenis varian yang dikhawatirkan lebih ganas ketimbang varian Delta. Pasalnya, varian B.1.1.529, yang pertama kali ditemukan di Botswana, ini memiliki mutasi dua kali lipat dari varian Delta, berdasarkan pengamatan otoritas kesehatan Inggris.

"Apa yang kami ketahui, ada sejumlah besar mutasi, mungkin dua kali lipat jumlah mutasi yang kami lihat pada varian Delta," imbuh Menteri Kesehatan Inggris, Sajid Javid.

"Dan itu akan menunjukkan bahwa itu mungkin lebih menular dan vaksin saat ini yang kita miliki mungkin kurang efektif," sambungnya.


Sudah menyebar ke mana saja varian B.1.1.529?

1. Israel

Kementerian Kesehatan Israel mencatat kasus pertama varian B.1.1.529 pada Jumat (26/11/2021). Pasien sebelumnya diketahui melakukan perjalanan dari Malawi.

Ada dua orang lainnya yang diduga terinfeksi varian B.1.1.529, kini tengah menunggu hasil identifikasi.

"Ketiganya sudah divaksinasi," kata kementerian Israel, dikutip dari Times of Israel.

2. Hong Kong

Dua kasus varian B.1.1.529 juga diidentifikasi di Hong Kong pada pelancong yang baru saja pulang dari Afrika Selatan.

Seorang pelancong dari Afrika Selatan ditemukan memiliki varian yang saat ini dikenal sebagai B.1.1.529, sementara kasus lain diidentifikasi pada seseorang yang dikarantina di kamar hotel di seberang kamar mereka. Demikian informasi pemerintah Hong Kong.

3. Botswana

Di Botswana, wilayah yang bertetangga dengan Afrika Selatan, varian baru B1.1.529 juga dilaporkan pada orang yang sudah divaksinasi. Hal ini diutarakan Kereng Masupu, koordinator Gugus Tugas Kepresidenan COVID-19.

4. Afrika Selatan

"Selama empat atau lima hari terakhir, terjadi peningkatan kasus signifikan di Afrika Selatan," beber Menteri Kesehatan Joe Phaahla pada 23 November. Ia menegaskan varian B.1.1.529 tampaknya menjadi biang kerok lonjakan kasus.

Ilmuwan di Afrika Selatan sedang menganalisis lebih lanjut untuk menentukan berapa persentase kasus baru yang disebabkan oleh varian B.1.1.529. Pejabat Afrika Selatan telah memperingatkan bahwa kebangkitan gelombang baru bisa datang di pertengahan Desember hingga awal Januari. Ia berharap pemerintah dan masyarakat bersiap dengan meningkatkan cakupan vaksinasi COVID-19.



Simak Video "WHO Kerja Keras Selidiki Varian Baru Covid-19 B.1.1.529"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/fds)