Senin, 29 Nov 2021 13:30 WIB

Pasien Varian Omicron Pertama di Eropa Tak Ada Perjalanan ke Afsel

Vidya Pinandhita - detikHealth
Folder of Coronavirus covid19 2019 nCoV outbreak Ilustrasi pasien varian Omicron pertama di Eropa tak ada riwayat perjalanan ke Afrika Selatan. Foto: Getty Images/iStockphoto/oonal
Jakarta -

Kasus infeksi varian Omicron pertama di Eropa dilaporkan ditemukan di Belgia pada Kamis (25/11/2021). Diketahui, pasien yang terinfeksi tersebut belum menerima vaksin COVID-19 dan sempat melakukan perjalanan ke Mesir.

"Kami memiliki kasus yang sekarang dikonfirmasi sebagai varian ini (Omicron)," kata Menteri Kesehatan, Frank Vandenbroucke, dikutip dari Euro News, Senin (29/11/2021).

"Ini adalah seseorang yang datang dari luar negeri, yang dinyatakan positif pada 22 November dan tidak divaksinasi," sambungnya.

Dalam kesempatan lainnya, kepala ahli virus negara tersebut, Mark Van Ranst, mengatakan varian tersebut terdeteksi pada seorang pelancong yang kembali dari Mesir, namun bukan Afrika Selatan.

Beberapa negara Eropa lainnya seperti Prancis, Jerman, dan Italia telah memberlakukan pembatasan perjalanan baru dengan Afrika Selatan, serta negara-negara tetangga yang mencakup masa karantina 14 hari bagi para pelancong baik yang sudah atau belum divaksinasi COVID-19.

Komisi Eropa merekomendasikan seluruh negaranya untuk menangguhkan perjalanan ke negara-negara tersebut

"Mereka harus ditangguhkan sampai kita memiliki pemahaman yang jelas tentang bahaya yang ditimbulkan oleh varian baru ini. Pelancong yang kembali dari wilayah ini harus menghormati aturan karantina yang ketat," tegas Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen.

Diketahui, pengumuman temuan varian Omicron di Belgia bersamaan dengan gelombang keempat COVID-19 yang tengah menerpa sejumlah negara Eropa.

Belgia mencatat rata-rata 14.030 infeksi baru setiap hari selama 14 hari terakhir, melonjak 66 persen pada periode dua minggu sebelumnya.

Penerimaan di rumah sakit sementara itu meningkat 46 persen selama dua pekan terakhir, dengan angka kematian akibat COVID-19 sebesar 45 persen dibandingkan rata-rata 33 kematian per hari selama 14 hari sebelumnya.

Negara berpenduduk 11,5 juta tersebut telah kehilangan lebih dari 26.790 nyawa sejak awal pandemi dan mencatat lebih dari 1,68 juta kasus infeksi yang dikonfirmasi.

Data dari Santé Publique Belgique menyebut sekitar 88 persen dari populasi orang dewasa di negara itu telah menerima setidaknya satu dosis vaksin.

Simak video 'Afsel Bersiap Hadapi Gelombang Keempat Covid-19, Termasuk Varian Omicron':

[Gambas:Video 20detik]



(vyp/kna)