Selasa, 30 Nov 2021 11:11 WIB

e-Life

Hati-hati Minta Tukang Ngorok Menyetir, Bahaya!

dtv - detikHealth
Jakarta -

Microsleep atau tertidur sekejap (di bawah 30 detik) saat mengemudi biasanya berakibat fatal, seperti kecelakaan lalu lintas. Salah satu penyebab terjadinya microsleep adalah ketika pengemudi merasa lelah lalu mengantuk.

Namun, selain faktor lelah, ada faktor risiko lain yang menyebabkan seseorang mudah mengantuk bahkan mengalami microsleep. Salah satunya adalah jika ia mengalami Obstructive Sleep Apnea (OSA), atau biasa disebut dengan mendengkur alias ngorok.

"Kalau ada orang yang sering mendengkur biasanya kualitas tidurnya kurang baik dan cenderung kurang oksigen terus menerus sehingga mudah ngantuk ketika saat siang hari," jelas Dokter Spesialis Bedah Saraf, dr. Zicky Yombana, Sp.S di program e-Life detikcom.

Hal ini terjadi karena ngorok dapat menyebabkan kurangnya asupan oksigen ke otak saat tertidur. Sehingga orang tersebut akan memenuhi kekurangan oksigen tersebut di keadaan di mana seharusnya ia sedang terjaga.

"Kalau ternyata terjadi terus menerus, apalagi ada fase dia henti nafas ketika tidur, itu bahaya. Itu akan menyebabkan kekurangan oksigen yang kronis ke otak, sehingga dia akan akan tanda kutip membayar hutangnya, hutang kekurangan oksigen pada saat dia sedang harusnya dalam kondisi terjaga. Jadi dia akan terjadi gampang tertidur, microsleep, seperti itu," terang dr. Zicky.

Oleh karena itu, dr. Zicky menyarankan agar seseorang yang punya kebiasaan ngorok untuk tidak ditunjuk menjadi pengemudi saat bepergian jauh.

"Misalnya kita jalan berdua dengan teman gitu ya, bertiga lah, ada satu orang yang kebiasaan kita tahu dia mendengkur, mendingan yang mendengkur jangan suruh nyetir, menurut saya. Karena di situ ada risiko terjadi microsleep lebih besar pada orang itu," kata dr. Zicky.

(gah/gah)