ADVERTISEMENT

Jumat, 03 Des 2021 07:31 WIB

Usai Deteksi Omicron, Pasien COVID-19 di RS Afsel Melonjak 330 Persen

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Transferring a patient from the emergency area into the ICU Pasien COVID-19. (Foto: Getty Images/Tempura)
Jakarta -

Jumlah pasien rawat inap di Gauteng, Afrika Selatan, wilayah varian Omicron pertama kali terdeteksi, mengalami peningkatan 330 persen dalam dua pekan terakhir.

Pekan ini, Gauteng mencatat ada 580 pasien di rumah sakit, naik 330 persen dari dua pekan sebelumnya yang hanya 120 pasien.

Dilaporkan Daily Mail, pekan lalu, otoritas menemukan 77 kasus varian Omicron di wilayah tersebut, dan banyak yang khawatir varian tersebut adalah jenis yang paling menular dan dapat menghindari perlindungan vaksin karena jumlah mutasinya tinggi.

Tingginya angka rawat inap di rumah sakit ini juga diduga karena cakupan vaksinasi di Gauteng masih rendah. Secara nasional, baru 38 persen dari 12 juta penduduk Gauteng yang divaksinasi.

Joe Phaahla, Menteri Kesehatan Afrika Selatan, menyebut varian Omicron yang menjadi pemicu peningkatan kasus di wilayahnya.

Sejauh ini masih belum bisa dipastikan berapa banyak pasien COVID-19 di rumah sakit yang terinfeksi varian Omicron sebab pengurutan genome baru dilakukan pada sejumlah kecil kasus.

Kabar lonjakan pasien rawat inap di Gauteng muncul ketika pejabat kesehatan Afrika Selatan menyatakan bahwa orang yang terinfeksi varian Omicron menunjukkan gejala ringan. Sampai saat ini penelitian masih terus dilakukan untuk menilai keparahan dari varian Omicron.

"'Sejauh ini, kami telah mendeteksi bahwa mereka yang terinfeksi tidak mengalami kehilangan indra perasa atau bau. Mereka mungkin sedikit batuk. Tidak ada gejala yang menonjol," kata salah satu dokter di Afsel.

Hal yang jadi perhatian dari para ahli di Afsel adalah dari 77 kasus varian Omicron yang dilaporkan, beberapa di antaranya sudah divaksinasi.

Orang yang divaksinasi umumnya memiliki risiko infeksi COVID yang lebih rendah daripada rekan-rekan mereka yang tidak divaksinasi, pun jika tertular gejalanya lebih ringan.



Simak Video "Bertambah Lagi! Kini Varian Omicron Sudah Masuk Hawaii"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT