Minggu, 05 Des 2021 11:39 WIB

Gunung Semeru Erupsi, Ini Catatan Dokter Soal Kesehatan di Pengungsian

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Sejumlah warga berdatangan ke lokasi terdampak erupsi Gunung Semeru. Mereka datang ke sana untuk mencari kerabat maupun menyelamatkan barang berharga. Pengungsi erupsi Gunung Semeru (Foto: Deny Prastyo Utomo/detikcom)
Jakarta -

Erupsi Gunung Semeru di Jawa Timur turut mendapat perhatian para praktisi kesehatan. Kondisi warga di pengungsian perlu diprioritaskan karena dampak yang muncul sangat beragam.

Dalam pesannya kepada wartawan, praktisi kesehatan Universitas Indonesia Prof Dr Ari Fahrial Syam menyoroti sederet dampak langsung maupun jangka panjang akibat erupsi Gunung Semeru.

Dampak langsung

Salah satu dampak langsung yang dialami warga adalah paparan debu atau abu vulkanik. Dampak langsung ini bisa muncul seketika pada kulit dan pernapasan, bisa juga baru muncul 2 pekan setelah terakumulasi di sistem pernapasan.

"Bahkan jika kandungan silika terus bertahan di paru-paru dalam jangka panjang, hal ini akan menyebabkan silikosis, suatu kondisi yang pada akhirnya membuat fungsi paru akan menurun," jelas Prof Ari.

Efek debu vulkanik

Menurut Prof Ari, dampak kesehatan yang timbul akibat debu vulkanik juga dipengaruhi kandungan yang ada dalam debu. Selain memicu iritasi pada kulit, mata, dan pernapasan, debu juga menyebabkan air bersih terkontaminasi.

"Perlu dilakukan survey kesehatan dan observasi yang terus menerus di rumah-rumah sakit dan tempat-tempat mengungsian mengenai kasus-kasus penyakit yang ditemukan," jelas Prof Ari.

Dampak psikis

Tak ketinggalan, dampak kejiwaan juga perlu mendapat perhatian. Kondisi pengungsian yang serba terbatas tidak hanya berdampak pada kondisi psikis warga yang mengungsi, tetapi juga bisa mencetuskan stres.

"Hidup dipengungsian yang tidak jelas, masa depan yang juga tidak jelas. Apalagi para pengungsi juga sudah mengalami kerugian akibat kerusakan dan kehilangan harta benda. Hal ini akan menyebabkan kondisi kejiwaan para pengungsi akan menurun," jelas Prof Ari.

Simak Video 'Wajah-wajah Pilu Korban Erupsi Gunung Semeru':

[Gambas:Video 20detik]



(up/up)