ADVERTISEMENT

Senin, 06 Des 2021 12:31 WIB

Komnas KIPI Jelaskan Kasus Pria Malang yang Diviralkan Buta Usai Vaksin AZ

Razdkanya Ramadhanty - detikHealth
Program vaksinasi massal di Tangerang terus dilakukan. Vaksinasi COVID-19 kini sasar orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) dan individu berkebutuhan khusus (IBK). Heboh pria Malang diviralkan buta usai vaksin AstraZeneca. (Foto: Grandyos Zafna)
Jakarta -

Belakangan heboh seorang warga Malang diviralkan buta usai menerima vaksin AstraZeneca dosis pertama. Meski belum ada cukup bukti untuk memastikan keterkaitan, awalnya kondisi tersebut kerap diduga efek samping vaksin COVID-19.

Membantah tudingan tersebut, Ketua Komisi Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) Prof Dr dr Hinky Hindra Irawan Satari, SpA (K), M.TropPaed menjelaskan yang dialami pria di Malang setelah vaksinasi itu adalah optic neuritis.

"Diagnosisnya optic neuritis, artisnya ada infeksi nervus optikus atau ada peradangan pada saraf mata sehingga mengganggu penglihatan. Penyebabnya bisa bermacam-macam, seperti reaksi berlebih pada tubuh atau autoimun, atau bisa terkena infeksi atau bakteri," jelas Prof Hinky saat dihubungi detikcom, Senin (6/12/2021)/

Lebih lanjut Prof Hinky mengatakan, pria itu awalnya mengeluhkan penglihatannya kemudian melakukan pemeriksaan di Rumah Sakit Saiful Anwar. Setelahnya dilakukan pemeriksaan lengkap terhadap pasien.

Prof Hinky juga menegaskan, kejadian tersebut tidak membuktikan adanya keterkaitan vaksinasi COVID-19 membuat seseorang kehilangan penglihatan.

"Belum ada cukup bukti penglihatan hilang karena vaksinasi. Sebelum vaksinasi, penyakit optic neuritis memang sudah ada. Belum ada cukup bukti dinyatakan adanya keterkaitan dengan vaksin. Vaksin saat ini masih aman dan dapat digunakan," jelas dr Hinky.

Reaksi autoimun?

Prof Hinky juga memaparkan, para ahli memiliki hipotesis yang menyebutkan peristiwa yang dialami pria di Malang itu karena reaksi autoimun. Akan tetapi, hal tersebut perlu dibuktikan dengan penelitian lebih lanjut.

Reaksi autoimun yang diderita warga asal Malang itu sendiri, diduga tubuhnya merespons benda asing dengan merusak sel opticus ketika divaksin.

Tim di Rumah Sakit Saiful Anwar memberikan terapi peradangan berupa obat-obat anti inflamasi atau anti radang kepada pasien.

"Kondisi sekarang sudah pulih dan sudah sembuh total. Jadi kita ambil kesimpulan ini diagnosisnya optic neuritis," kata Hindra.

Sempat ada kasus serupa

Sempat ada kasus di luar negeri yang menyebutkan dua kasus terkait optic neuritis setelah divaksin COVID-19.

Akan tetapi, hal itu masih dalam lingkup teori, apakah yang terjadi merupakan autoimun atau adanya molekul vaksin yang dicurigai tubuh.

Pihaknya saat ini juga telah melakukan pemantauan di 14 rumah sakit Jawa-Bali menangani 34 kasus efek samping yang diduga berkaitan dengan vaksin COVID-19.



Simak Video "Indra Rudiansyah Kiprah Global Iluwan RI Pejuang Vaksin COVID-19"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/naf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT