Senin, 06 Des 2021 13:05 WIB

Geger Aksi Ekshibisionisme Siskaeee, Awas Dampak Buruk Saat Nonton Videonya

Vidya Pinandhita - detikHealth
Ratusan warga dijerat hukum baru tentang pornografi di Inggris Ilustrasi bahaya sering menonton video pornografi, bisa picu risiko disfungsi ereksi. Foto: BBC Magazine
Jakarta -

Siskaeee bikin geger warganet lantaran video bugil di Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) buatannya tayang di OnlyFans dan beredar di laman Twitter. Bukan kabar baru, nama Siskaeee lekat dengan video-video porno yang kerap dibuatnya.

Berdasarkan penelitian yang dipresentasikan pada 16 Juli 2020 di Kongres Virtual Asosiasi Urologi Eropa (EAU), menonton pornografi dapat memicu disfungsi ereksi. Semakin tinggi akses konten porno, semakin tinggi risiko pria sulit mendapatkan dan mempertahankan ereksi.

Survei tersebut dilakukan terhadap 3.267 pria yang menjawab 118 pertanyaan terkait kebiasaan seksual seperti masturbasi, tingkat keseringan menonton porno, dan aktivitas seksual dengan pasangan. Peneliti menemukan pria rata-rata menonton film porno sebanyak 69 menit per minggu.

"Kami melihat garis tren negatif antara waktu mereka menonton dan fungsi ereksi dengan pasangan seks. Enam puluh lima persen menemukan seks dengan pasangan lebih menggairahkan (daripada) menonton pornografi," kata penulis utama, dari departemen urologi di Universitas Antwerp dan Rumah Sakit Universitas Antwerp-UZA di Belgia, Gunter De Win, dikutip dari Everyday Health, Senin (6/12/2021).

"Korelasi paling kuat terjadi pada kelompok usia yang lebih muda, di bawah 35 tahun. Memang, pada kelompok di bawah 35 tahun kami melihat disfungsi ereksi lebih banyak dari yang kami perkirakan, sekitar 23 persen," sambungnya.

Awas bikin susah ereksi

Tak hanya dengan disfungsi ereksi, kebiasaan menonton porno juga bisa mengganggu kehidupan seks. Sebab pada beberapa kasus, orang yang gemar menonton video porno kesulitan ereksi saat hendak berhubungan seks dengan pasangan, tanpa 'dipancing' oleh tontonan porno lebih dulu.

"Disfungsi ereksi akibat pornografi tidak disebabkan oleh libido rendah atau masalah organik pada pembuluh darah atau saraf penis. Dua puluh persen di bawah usia 35 mengatakan mereka perlu menonton lebih banyak dan lebih banyak lagi, atau lebih banyak pornografi ekstrem untuk mendapatkan tingkat gairah yang sama untuk mendapatkan ereksi," kata De Win.

"Pada mereka yang merasa perlu menonton lebih banyak untuk mendapatkan tingkat gairah yang sama untuk mendapatkan ereksi, (mereka) juga menonton lebih banyak dan memiliki skor kecanduan yang lebih tinggi," pungkasnya.



Simak Video "Nak, Kamu Nonton Siskaeee, Ya?"
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/up)