ADVERTISEMENT

Senin, 06 Des 2021 16:15 WIB

Varian Omicron Terdeteksi di Arab Saudi, Bagaimana Nasib WNI yang Ingin Umroh?

Razdkanya Ramadhanty - detikHealth
Saat ini pemerintah Arab Saudi telah membuka kembali untuk umroh dan haji di jamaah negara internasional. Tetapi tidak semua negara bisa masuk karena alasan tertentu dan jenis vaksin yang tidak diakui oleh Saudi Arabia. Lalu bagaimana nasib  para jamaah umroh dan haji Indonesia? Foto: Getty Images
Jakarta -

Semenjak tanggal 1 Desember kemarin, pesawat dari Indonesia sudah bisa melakukan penerbangan langsung ke Arab Saudi. Namun tetap ada protokol kesehatan yang harus dijalani para jamaah bila ingin datang ke Tanah Suci.

Namun sayang, pada hari yang sama, satu kasus varian baru COVID-19 Omicron terkonfirmasi di Arab Saudi. Kasus ini diumumkan oleh Otoritas Arab Saudi, dimana warganya tersebut baru saja terbang dari Afrika Utara.

Menanggapi peristiwa ini, Menteri Koordinator Bidang Ekonomi, Airlangga Hartarto mengungkapkan, saat ini pemerintah Indonesia masih terkonsentrasi pada libur natal dan tahun baru.

"Pemerintah sekarang konsentrasi diNataru dulu. Sesudah itu baru kita akan buka untuk kegiatan umroh," terangAirlangga dalam siaran langsung melalui kanalYouTube Sekretariat Presiden, Senin (6/12/2021).

Sebelumnya, Ketua Umum Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (Amphuri) Firman M Nur mengharapkan terkonfirmasinya kasus tersebut tidak mengganggu kegiatan umroh.

"Status suspend pelarangan penerbangan langsung kita dicabut hari ini dan Umrah dibuka kembali," kata dia saat dihubungi detikcom, Rabu (1/12/2021).

Firman menjelaskan, otoritas Arab Saudi memang memiliki kewenangan penuh terkait penentuan negara-negara mana saja yang bisa masuk ke wilayahnya. Indonesia di mata Arab Saudi adalah salah satu negara yang mampu menangani pandemi COVID-19.

"Pandemi di Indonesia mulai melandai karena kita bisa mengatasi masalah ini. Kita harap Indonesia bisa terus mempertahankan. Kita juga akan memenuhi ketentuan yang ditetapkan oleh otoritas Arab Saudi," jelas dia.



Simak Video "Kasus Harian Covid-19 Jepang Tembus 100.000"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/kna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT