Selasa, 07 Des 2021 17:13 WIB

Bukan Sesak Napas Biasa, Ini Gejala Pneumonia pada Anak

Astika - detikHealth
Mother Giving Medicine to Sick Son Lying Bed. Caring Mom Giving Sick Boy Pills. Worried Mother Giving Glass of Water to Ill Kid. Hospital Concept. Healthy Concept. Parent Concept. Foto: Getty Images/iStockphoto/vadimguzhva
Jakarta -

Pneumonia merupakan penyakit infeksi yang kerap menjangkiti anak-anak. Tercatat bahwa penyakit ini menyebabkan kematian hingga 4 juta anak setiap tahunnya.

Pneumonia menyebabkan peradangan (inflamasi) pada paru yang jika tidak cepat ditangani bisa menyebabkan gangguan kesehatan serius.

Penyebab pneumonia

Penyebab pneumonia cukup beragam, mulai dari infeksi bakteri, virus, hingga jamur.

1. Infeksi virus

  • Rhinovirus
  • Respiratory syncytial virus (RSV)
  • Virus influenza

2. Infeksi Bakteri

  • Pneumokokus (Streptococcus pneumonia)
  • HiB (Haemophilus influenzae type b)
  • Stafilokokus (Staphylococcus aureus)

Faktor risiko pneumonia

Pada umumnya, anak-anak lebih berisiko terkena pneumonia karena sistem kekebalan tubuh yang masih lemah. Berikut faktor lain yang bisa meningkatkan risiko terkena pneumonia pada anak:

  1. Sistem kekebalan tubuh anak lemah
  2. Tidak mendapatkan ASI
  3. Malnutrisi atau kurang gizi
  4. Terkena infeksi tertentu, seperti HIV dan campak
  5. Imunisasi tidak lengkap atau tidak mendapatkan vaksin pneumonia
  6. Bayi prematur
  7. Anak dengan masalah kesehatan kronis, seperti asma atau fibrosis kistik
  8. Masalah pada organ paru-paru atau sistem pernapasan

Gejala pneumonia pada anak

Gejala pneumonia pada anak tidak terlalu khas karena seperti penyakit infeksi lainnya seperti demam, menggigil, nyeri kepala, resah, dan gelisah. Bahkan pada beberapa pasien menyebabkan gangguan saluran pencernaan seperti muntah, kembung, diare, dan sakit perut.

Pada anak yang mengalami pneumonia, frekuensi nafas akan naik 10 persen setiap kenaikan 1 derajat celcius di atas 38 derajat celsius. Berikut gejala yang timbul setelah beberapa saat terinfeksi:

Batuk dan pilek

Batuk sering ditemukan pada pasien anak yang usianya lebih besar, sedangkan pada kelompok neonatus atau bayi baru lahir bisa jadi tanpa gejala batuk.

Sesak napas

Gejala sesak napas menjadi pembeda tanda pneumonia dengan flu biasa, yakni hidung kembang kempis, napas tersengal-sengal, adanya tarikan otot tambahan napas yang berat, sampai timbul apnea atau henti napas. Bahkan pada kasus pneumonia yang berat, anak dapat mengalami sesak napas berat sampai gagal napas.

Lalu, bagaimana cara mengobati pneumonia pada anak?

KLIK DI SINI UNTUK KE HALAMAN SELANJUTNYA



Simak Video "Bagaimana Dukungan untuk Pemulihan Korban Kekerasan Seksual Anak?"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/fds)