Ilmuwan Sebut Pandemi Setelah COVID-19 Bisa Lebih Mematikan

ADVERTISEMENT

Ilmuwan Sebut Pandemi Setelah COVID-19 Bisa Lebih Mematikan

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Rabu, 08 Des 2021 06:49 WIB
Corona virus under magnifying glass. Observation made by virologists in the laboratory with microscope.  Red heart shaped coronavirus being mutated through genome modification. 3D rendering.
Foto: Getty Images/iStockphoto/Stockcrafter
Jakarta -

Ilmuwan pencipta vaksin COVID-19 AstraZeneca, Sarah Gilbert, mengungkap prediksi soal pandemi berikutnya. COVID-19 sendiri saat ini sudah membunuh lebih dari 5 juta penduduk dunia.

"Kenyataannya adalah, yang berikutnya bisa lebih buruk. Bisa lebih menular, lebih mematikan, atau keduanya," kata Prof Gilbert dikutip dari Reuters.

COVID-19, menurut Prof Gilbert, bukan virus terakhir yang akan menyebabkan pandemi. Namun yang terpenting menurutnya adalah bagaimana mempersiapkan diri menghadapinya.

"Kemajuan sudah kita buat, dan pengetahuan sudah kita dapat, kita seharusnya tidak kalah," jelasnya.

Salah satu catatan dalam penanganan COVID-19 adalah soal tidak meratanya akses vaksin. Hal ini ditandai dengan terbatasnya akses vaksin pada di negara berpenghasilan rendah, sementara negara kaya sudah mendapat booster.



Simak Video "Seputar Virus Covid-19 yang Diyakini Buatan Manusia"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT