ADVERTISEMENT

Rabu, 08 Des 2021 11:44 WIB

Bukan Batuk, Dokter Ungkap Gejala Khas Varian Omicron

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Blonde woman in isolation at home for virus outbreak Gejala khas varian Omicron bukan batuk. (Foto: Getty Images/ArtistGNDphotography)
Jakarta -

Virus Corona varian Omicron tengah menjadi varian yang diwaspadai di seluruh dunia. Sejak pertama kali dilaporkan, varian Omicron menyebar ke 38 negara di dunia.

Dokter Afrika Selatan yang pertama kali mendeteksi varian Omicron menggambarkan gejalanya "tidak biasa tetapi ringan" pada pasien. Pasien pertama yang diamati adalah seorang pria berusia 33 tahun yang hanya mengeluh sakit kepala dan nyeri badan.

Kepala Asosiasi Medis di Afrika Selatan, Angelique Coetzee, mengungkap gejala khas dari varian Omicron. Pasien tidak mengalami batuk atau sakit tenggorokan, tetapi lebih ke tenggorokan gatal.

"Gejala mereka sangat berbeda dan sangat ringan dari yang pernah saya tangani sebelumnya," kata Coetzee kepada The Telegraph.

Sejauh ini, dia memiliki sekitar 24 pasien yang dites positif dan menunjukkan gejala varian baru, kebanyakan pria muda. Sekitar setengah dari pasien tidak divaksinasi, katanya. Tak satu pun dari mereka yang terinfeksi kehilangan indra penciuman atau perasa.

Meski demikian, pengamatan yang dilakukan Coetzee ini masih merupakan pengamatan awal. Para ahli dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan akan membutuhkan waktu berminggu-minggu untuk memahami bagaimana varian tersebut dapat memengaruhi diagnostik, terapi, dan vaksin.

Berdasarkan pengamatan kasus di Afrika Selatan, berikut ciri-ciri gejala COVID-19 Omicron yang dilaporkan:

  • Gejala seperti flu (flu like syndrome)
  • Batuk kering
  • Demam
  • Berkeringat di malam hari
  • Nyeri pada banyak bagian tubuh
  • Kelelahan
  • Tenggorokan gatal
  • Tidak batuk
  • Tidak kehilangan indra perasa dan penciuman


Simak Video "WHO Temukan Bukti Gejala Omicron Lebih Ringan"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/kna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT