Rabu, 08 Des 2021 14:15 WIB

Varian Omicron Vs Delta, Mana yang Lebih Bahaya? Ini Kata Pakar AS

Vidya Pinandhita - detikHealth
Coronavirus. COVID-19. Copy space. 3D Render Ilustrasi penjelasan pakar AS soal perbandingan bahaya varian Omicron dengan varian Delta. Foto: Getty Images/BlackJack3D
Jakarta -

Varian Omicron bikin geger dunia lantaran dikhawatirkan lebih mudah menular daripada varian Delta, varian Corona yang disebut-sebut memicu lonjakan kasus COVID-19 besar-besaran di sejumlah negara termasuk Indonesia. Lantas, bagaimana perkembangan kabar terkait perbandingannya dengan varian Delta?

Pakar penyakit menular terkemuka AS Dr Anthony Fauci menyebut indikasi awal menunjukkan gejala akibat infeksi varian Omiron cenderung lebih ringan daripada varian-varian Corona lainnya. Akan tetapi, diperlukan waktu beberapa pekan untuk memastikan tingkat keparahan gejalanya.

Menurut Fauci, amat besar kemungkinan varian Omicron lebih mudah menular dibanding varian Delta, varian Corona yang kini mendominasi dunia. Juga berdasarkan data epidemiologi sejumlah negara, varian Omicron berpotensi besar menginfeksi ulang orang yang sebelumnya sudah terkena COVID-19.

"Ada beberapa pernyataan bahwa itu (varian Omicron) mungkin tidak terlalu parah, karena ketika Anda melihat beberapa kelompok yang diikuti di Afrika Selatan, rasio antara jumlah infeksi dan jumlah rawat inap tampaknya lebih sedikit dibandingkan dengan Delta," kata Fauci, dikutip dari Channel News Asia, Rabu (8/12/2021).

Namun ia menegaskan, informasi tersebut tak boleh langsung dijadikan simpulan. Sebab, sejauh ini varian Omicron banyak menginfeksi usia muda dan anak-anak. Ada kemungkinan gejala berat akibat varian Omicron baru berkembang dan terdeteksi dalam waktu beberapa pekan.

"Kemudian jika kita sudah mendapatkan lebih banyak infeksi di seluruh dunia, mungkin perlu waktu lebih lama untuk melihat tingkat keparahannya," kata Fauci.

"Skenario terburuknya adalah tidak hanya sangat menular, tetapi juga menyebabkan penyakit parah dan kemudian Anda memiliki gelombang infeksi lain yang belum tentu bisa diatasi oleh vaksin atau oleh infeksi (COVID-19) sebelumnya pada orang-orang," pungkasnya.



Simak Video "WHO Temukan Bukti Gejala Omicron Lebih Ringan"
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/naf)