ADVERTISEMENT

Rabu, 08 Des 2021 15:12 WIB

Dokter Ungkap Beda Gejala Varian Omicron pada Orang yang Divaksin dan Belum

Ayunda Septiani - detikHealth
doctor doing the tampon to research the omicron variant Dokter ungkap beda gejala varian Omicron. (Foto: Getty Images/franckreporter)
Jakarta -

Munculnya varian baru COVID-19 Omicron memicu membuat seluruh dunia was-was. Sejumlah negara melakukan pengetatan baik itu masuk atau ke luar negeri.

Sejauh ini masih belum ada bukti kuat bahwa Omicron lebih berbahaya daripada varian sebelumnya seperti Delta, para peneliti di Afsel pun melaporkan bahwa Omicron tampaknya dapat menyebar dua kali lebih cepat daripada Delta.

Dikutip dari laman The New York Times, Ketua Asosiasi Medis Afrika Selatan, dr Angelique Coetzee, mengatakan bahwa rumah sakit negara tidak kewalahan oleh pasien yang terinfeksi varian baru, dan kebanyakan dari mereka yang dirawat di rumah sakit belum diimunisasi lengkap.

Selain itu, sebagian besar pasien yang Coetzee temui tidak kehilangan indra perasa dan penciuman, dan hanya batuk ringan saja.

Coetzee juga mengatakan, terdapat beberapa perbedaan gejala pada pasien yang terpapar varian Omicron pada orang yang telah divaksin dengan belum vaksin.

Perbedaan gejala Omicron pada orang yang telah divaksin dengan belum divaksin terlihat pada tingkat keparahan dan perawatan di rumah sakit. Orang yang telah divaksin relatif ringan dan tidak memiliki komplikasi.

Dalam sebuah wawancara, Coetzee menjelaskan bahwa varian ini telah ada selama beberapa waktu. Mungkin tidak di Afrika Selatan tetapi di negara lain karena negara lain menunjukkan peningkatan jumlah infeksi yang lebih tinggi.

"Jika tidak menyadari gejalanya secara klinis, maka Anda akan dengan mudah melewatkan gejalanya. Alhasil, bisa menyebar ke seluruh masyarakat," jelasnya.

Coetzee menunjukkan bahwa Omicron memiliki lebih dari 30 mutasi.

"Ini sangat berbeda dari varian Delta atau Beta dalam mutasi. Ketika ilmuwan kami mengumumkan varian ini, mereka menjelaskan bahwa mereka belum mengetahui segalanya tentangnya. Mereka hanya mengurutkannya," pungkasnya.



Simak Video "Kasus Harian Covid-19 Jepang Tembus 100.000"
[Gambas:Video 20detik]
(ayd/kna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT